INDUSTRY.co.id - Jakarta-Pergerakan Indeks Harga Saham Gabubgan (IHSG) secara teknikal akan kembali terkonsolidasi namun cenderung terkoreksi jangka pendek dengan range pergerakan 5895-5930, pada perdagangan Senin (25/9/2017).
Atas kondisi IHSG tersebut yang sedang konsolidasi, Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas menyodorkan saham-saham ke para pemodal untuk dapat dicermati, yaitu: AKRA, ANTM, EXCL, TBIG, TINS.
"Secara teknikal IHSG mencoba tutup diatas level tertinggi tahun ini dengan mencatatkan harga tertinggi hingga 5928 dan tutup tepat pada resistance level. Indikator stochastic berpotensi dead-cross pada momentum pergerakan overbought," katanya di Jakarta, Senin (25/9/2017).
Pada perdagangan Jumat (22/9/2017) IHSG (+0.09%) mengakhiri pekan dengan penguatan terbatas 5.13 poin sebesar 5911.71 setelah dibuka cenderung pesimis menanti tingkat suku bunga yang akan diumumkan BI pada hari ini.
Ekspektasi BI memangkas suku bunga meningkat diakhir sesi perdagangan hingga berhasil memberikan dorongan penguatan pada sesi kedua. Indeks sektor keuangan (+2.57%) optimis menguat dipimpin saham-saham perbankan akibat sentimen BI Rate sedangkan Indek sektor pertambangan (-1.59%) tertekan mengalami koreksi seiring pelemahan komoditas tambang diakhir pekan.
Investor asing tercatat kembali melakukan aksi jual 22.11 Miliar rupiah lebih rendah dari hari-hari sebelumnya pada pekan ini.
Menutup pekan mayoritas indeks saham di Asia ditutup melemah dimana Indeks Hang Seng (-0.82%) dan Kospi (-0.74%) memimpin pelemahan disusul Indeks Nikkei (-0.25%) dan Topix (-0.25%) melemah. Setelah pemangkasan rating hutang Tiongkok dan Hongkong oleh S&P, Korea utara menaikan ancaman terhadap AS hingga membuat investor kembali beralih pada Asset haven.
Bursa saham di Eropa dibuka terkonsolidasi melihat bursa saham di Asia yang ditutup mayoritas pesimistis. Eurostoxx (+0.10%), FTSE (-0.09%) dan DAX (+0.11%) sedikit berubah tertolong data PMI manufaktur zona Eropa yang naik diatas ekspektasi.