Presiden Moon Versus Presiden Trump

Oleh : Jaya Suprana | Senin, 18 September 2017 - 03:19 WIB

Jaya Suprana. (Foto: IST)
Jaya Suprana. (Foto: IST)

INDUSTRY.co.id - Kesan utama yang saya peroleh dari kunjungan ke Pyongyang adalah keprihatinan atas terpecah-belahnya bangsa dan negara Korea menjadi Utara dan Selatan akibat intervensi Amerika Serikat.  Keterpecah-belahan Korea serupa meski tidak sama dengan keterpecah-belahan Jerman dan Vietnam pasca Perang Dunia II di mana Amerika Serikat de facto juga terlibat.

Prihatin

Keprihatinan saya juga dimiliki presiden Korea Selatan, Moon Jae In yang ternyata juga mendambakan persatuan dan kesatuan Korea setelah nyaris tujuh dasawarsa terpecah belah sejak Perang Korea 1950-53.  Setelah Korea Utara melancarkan rangkaian percobaan rudal nuklir, sebenarnya persatuan dan kesatuan Korea justru makin dibutuhkan.

Namun Presiden USA, Donald Trump melancarkan rangkaian serangan kicauan lewat twitter yang menegaskan bahwa Trump tidak suka Korea Selatan menjalin dialog musyawarah-mufakat dengan Korea Utara.  Bahkan presiden Trump begitu menggebu dalam membuat komentar antagonistik sehingga presiden Moon meragukan bahwa kedekatan Korsel dengan Amser dapat berlanjut.

Trump berkicau bahwa dialog bukan jawaban bagi Korut yang dianggap mengancam perdamaian dunia yang jelas merupakan kritik frontal terhadap upaya Moon berdialog dengan Kim. Bahkan dengan gaya anak suka ngambek, Trump mengancam akan membatalkan kesepakatan perdagangan bebas dengan Korsel karena dianggap merugikan USA.

Sementara presiden Moon sejak dilantik pada Mei 2017 memang sejak awal sudah tegas menegaskan bahwa Korsel akan menempuh jalur musyawarah-mufakat dengan Korut untuk menjalin perdamaian sebagai langkah awal menuju persatuan dan kesatuan Korea. 

Kini Moon menegaskan bahwa diriya tidak bisa mentolerir bencana perang kembali terjadi di Korea maka akan gigih menempuh jalan damai untuk denuklirisasi di semenanjung Korea. Moon mendukung sanksi embargo terhadap Korea justru demi menghindari perang dan fokus pada jalur komunikasi dialog musyawarah-mufakat demi menyelesaikan ketegangan polemik nuklir.

Moon mengimbau agar Trump jangan memaksakan jalur kekerasan yang rawan meledakkan Perang Korea II sebab yang akan menderita apabila perang kembali meledak jelas adalah warga Korea bukan warga Amerika Serikat yang bermukim nun jauh dari lokasi perang. Tetapi imbauan Moon menguap seperti embun di siang hari bolong, sebab Trump memang lebih punya mulut ketimbang telinga.

Pribadi

Secara pribadi, Moon memang tidak cocok dengan Trump. Moon mewarisi semangat presiden Roh Moo-hyun yang melancarkan kebijakan dialog, perdagangan dan bantuan kemanusiaan dengan Korea Utara yang memang kurang disukai Amerika Serikat.

Kimiawi jalinan hubungan Moon-Trump terganggu oleh latar belakang yang beda. Moon adalah mantan aktifis pembela HAM sementara Trump adalah mantan pengusaha sukses real estate. Trump memandang Korut sebagai ancaman nuklir semantara Moon sebagai putera seorang korban Perang Korea gigih berjuang menjalin rekonsiliasi demi kembali mempersatukan Korea.

Sebagai pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan dan pencinta damai , saya berpihak ke Moon. Namun perjalanan perjuangan presiden Moon Jae In mempersatukan Korea masih panjang dan sarat beban kemelut deru campur debu berpercik keringat, air mata dan darah akibat luar biasa rumit serta kompleks melibatkan berbagai kepentingan bukan hanya dalam negeri Korsel dan Korut sendiri namun juga kepentingan luar negeri, mulai dari Cina, Jepang, Rusia, dan terutama Amerika Serikat.

Jaya Suprana,  Penulis adalah pencinta damai_

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pembangunan drainase jalan nasional

Minggu, 16 Juni 2019 - 07:50 WIB

Kementerian PUPR Siapkan Program Pembangunan Drainase Jalan Secara Nasional

Keberadaan drainase jalan yang terhubung dengan sistem drainase kawasan atau lingkungan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan dan memperpanjang usia layanan jalan.

Bank Mandiri Syariah (Foto Ist)

Minggu, 16 Juni 2019 - 06:36 WIB

Libur Lebaran 2019 Transaksi Electronic Channel Mandiri Syariah Naik 60%

Jakarta -- Selama libur lebaran Mei 2019 transaksi electronic channel PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) naik 60% (year on year) dari Mei 2018.

Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)

Sabtu, 15 Juni 2019 - 18:00 WIB

Kunjungan Wisman ke Bali Turun 7,83 Persen

BPS Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke beberapa destinasi pariwisata di Bali mengalami penurunan hingga 7,83 persen untuk bulan April 2019 jika dibandingkan dengan bulan…

BAZNAS Buka Dapur Umum di Daerah Terisolir Banjir Konawe

Sabtu, 15 Juni 2019 - 17:04 WIB

BAZNAS Buka Dapur Umum di Daerah Terisolir Banjir Konawe

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendirikan layanan Dapur Umum untuk melayani pengungsi banjir bandang di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dapur umum…

Pegadaian Raih Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2019

Sabtu, 15 Juni 2019 - 15:24 WIB

Pegadaian Raih Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia 2019

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi terhadap keberhasilan Pegadaian sebagai BUMN dalam melakukan transformasi digital, dari mulai membenahi Sumber Daya Manusia (SDM), produk, layanan, proses…