INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 31% menjadi Rp2,4 triliun hingga kuartal III-2026. Perolehan tersebut meningkat dibandingkan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,84 triliun.
Kenaikan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan perseroan. Mayora membukukan pendapatan sebesar Rp28,13 triliun sepanjang Januari–September 2026, naik 3,61% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp27,15 triliun.
Pasar domestik masih menjadi kontributor utama pendapatan Mayora. Penjualan dalam negeri mencapai Rp17,04 triliun, tumbuh sekitar 6% dibandingkan dengan Rp16,06 triliun pada kuartal III-2025.
Sementara itu, penjualan ekspor relatif stabil dengan nilai sebesar Rp11,109 triliun. Kinerja tersebut menunjukkan pasar domestik masih menjadi penopang pertumbuhan bisnis perseroan di tengah pergerakan penjualan ekspor yang cenderung stagnan.
Di sisi profitabilitas, pertumbuhan laba bersih Mayora yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan turut didorong oleh peningkatan marjin laba kotor (gross margin). Kondisi tersebut sejalan dengan penurunan harga sejumlah bahan baku utama yang memberikan ruang bagi perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Penguatan kinerja keuangan tersebut juga tercermin dari kenaikan laba per saham dasar (earnings per share/EPS). Mayora mencatatkan laba per saham sebesar Rp109 hingga September 2026, meningkat dibandingkan Rp83 per saham pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, per 30 September 2026, Mayora memiliki total aset sebesar Rp29,18 triliun. Adapun total liabilitas tercatat sebesar Rp10 triliun, sementara total ekuitas mencapai Rp19,16 triliun.
Dengan pertumbuhan laba yang melampaui kenaikan pendapatan, Mayora menunjukkan penguatan profitabilitas yang ditopang oleh peningkatan penjualan domestik dan perbaikan marjin. Perkembangan harga bahan baku ke depan menjadi salah satu faktor yang akan memengaruhi kemampuan perseroan mempertahankan pertumbuhan laba.