INDUSTRY.co.id, Jakarta-Industri olahraga global kian menarik sebagai ladang bisnis. Tak hanya bertumpu pada penjualan perlengkapan olahraga, sektor ini juga membuka peluang di bidang kebugaran, layanan kesehatan, teknologi, hingga penyelenggaraan kegiatan olahraga.
Besarnya potensi pasar tersebut dinilai perlu dimanfaatkan generasi muda Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mendorong anak muda menjadikan kebugaran dan olahraga sebagai pintu masuk untuk membangun usaha sekaligus menciptakan nilai ekonomi.
Gema Sasmita, dari KADIN Indonesia Bidang Perencanaan Nasional yang membidangi Pemuda dan Olahraga, menilai olahraga memiliki potensi lebih luas daripada sekadar aktivitas fisik. Menurut dia, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan dapat membuka ruang bagi tumbuhnya berbagai model bisnis baru.
Peluang itu antara lain mencakup pusat kebugaran, pelatih olahraga, penyedia layanan kesehatan berbasis aktivitas fisik, produk pendukung olahraga, serta platform digital untuk menunjang gaya hidup aktif.
“Masukkan kutipan langsung Gema Sasmita yang telah dikonfirmasi,” ujar Gema.
Besarnya peluang tersebut juga tercermin dari nilai pasar olahraga global yang diperkirakan mencapai US$ 521,7 miliar. Jika dikonversi menggunakan kurs Rp 18.183 per dollar AS, nilainya setara sekitar Rp 9.486 triliun.
Meski demikian, angka tersebut perlu dibaca dengan memperhatikan definisi dan cakupan industri yang digunakan oleh lembaga riset. Perbedaan kategori serta periode pengukuran dapat menghasilkan estimasi pasar yang berbeda.
Bagi pelaku usaha muda, pertumbuhan industri olahraga membuka kesempatan untuk masuk melalui bisnis berskala kecil sebelum mengembangkan pasar yang lebih luas. Usaha tidak harus dimulai dengan membangun fasilitas olahraga berbiaya besar. Layanan pelatihan privat, kelas kebugaran komunitas, penyewaan peralatan, hingga penjualan produk khusus olahraga dapat menjadi alternatif awal.
Namun, peluang pasar yang besar juga menuntut kesiapan pelaku usaha. Pemahaman terhadap kebutuhan konsumen, kualitas layanan, pengelolaan keuangan, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis.
Dukungan ekosistem juga dibutuhkan agar minat anak muda terhadap olahraga dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang produktif. Kolaborasi antara komunitas olahraga, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan pemerintah dapat membantu memperluas akses terhadap pelatihan, pendanaan, serta jaringan pasar.
Dengan pendekatan tersebut, olahraga berpotensi memberikan manfaat ganda: mendorong masyarakat menjalani hidup lebih sehat sekaligus membuka sumber pertumbuhan usaha dan lapangan kerja baru.