INDUSTRY.co.id - SURABAYA — PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES), produsen bata ringan merek Blesscon dan Superiore Block, memperkuat efisiensi energi di tengah pertumbuhan bisnis yang signifikan. Perseroan memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 4.362 kWp serta mengoperasikan puluhan peralatan listrik untuk mendukung kegiatan manufaktur.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BLES mengoptimalkan penggunaan energi dan sumber daya di tengah kapasitas produksi yang mencapai sekitar 5,6 juta meter kubik per tahun. Efisiensi operasional menjadi perhatian penting bagi perseroan seiring upaya mempertahankan produktivitas dan memperkuat daya saing di industri bata ringan nasional.

Selain memasang panel surya untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik fasilitas produksi, BLES telah menggunakan 48 unit forklift listrik dan satu unit loader listrik. Penggunaan peralatan tersebut ditujukan untuk mendukung aktivitas operasional pabrik sekaligus mengevaluasi peluang penerapan teknologi yang lebih efisien dan memperhatikan aspek lingkungan.

Direktur Produksi PT Superior Prima Sukses Tbk Hendra Widodo mengatakan, perseroan terus mengkaji berbagai langkah untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi dan sumber daya dalam proses produksi.

“Sebagai perusahaan manufaktur, kami terus mengevaluasi berbagai peluang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan sumber daya. Pemanfaatan panel surya dan forklift listrik merupakan bagian dari upaya tersebut, sekaligus mencerminkan komitmen kami untuk mengembangkan operasional yang semakin efisien dan memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Hendra.

Upaya tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. Pada semester I-2026, BLES mencatatkan pendapatan sebesar Rp848 miliar, naik 33,3% dibandingkan Rp636,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih perseroan bahkan meningkat tajam menjadi Rp147,1 miliar dari sebelumnya Rp8,1 miliar pada semester I-2025. Kenaikan tersebut memperlihatkan perbaikan kinerja keuangan di tengah pengembangan bisnis BLES.

Meski demikian, perseroan belum mengungkapkan secara terperinci besaran penghematan biaya listrik dari penggunaan PLTS maupun dampak pengoperasian forklift dan loader listrik terhadap biaya produksi. Informasi tersebut menjadi penting untuk mengukur kontribusi investasi teknologi terhadap efisiensi biaya dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.

Dengan kapasitas produksi yang besar, optimalisasi energi berpotensi menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan operasional BLES. Namun, manfaat ekonominya akan semakin terukur apabila perseroan dapat menunjukkan realisasi penghematan energi dan kontribusinya terhadap struktur biaya produksi.

Hendra menegaskan, BLES akan terus mengevaluasi penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan strategi pertumbuhan perusahaan.

“Ke depan, kami akan terus mengkaji penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan produksi dan strategi pertumbuhan Perseroan,” ujarnya.

Melalui pengembangan operasional tersebut, BLES berupaya mempertahankan posisinya di industri bata ringan nasional dengan menggabungkan peningkatan kapasitas bisnis, produktivitas, dan efisiensi penggunaan sumber daya.