INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Ambisi besar dipasang industri keramik nasional untuk tiga tahun ke depan. Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyiapkan ekspansi tahap kedua dengan nilai investasi jumbo.

Ketua Umum ASAKI Edy Suyanto menyebut tambahan kapasitas produksi yang disiapkan mencapai 110 juta meter persegi. 

Nilai investasinya ditaksir Rp 12 triliun dan diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru.

"Ekspansi tahap dua 110 juta meter persegi, menelan kurang lebih Rp 12 triliun, menyerap tenaga kerja baru 7.000 sampai 7.500 karyawan," ujar Edy di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Di tengah rencana ekspansi itu, ASAKI menegaskan posisi Indonesia yang kini telah swasembada keramik. Capaian ini ditopang oleh derasnya investasi pabrik baru sejak 2024.

Sepanjang 2024-2028, total investasi baru tercatat 190 juta meter persegi. Jumlah tersebut 2,5 kali lipat dibandingkan volume impor. Sementara itu, kapasitas terpasang nasional pada 2026 sudah menyentuh angka 686 juta meter persegi.

Edy juga menyinggung soal utilisasi produksi. Saat ini utilisasi masih di level 73 persen dan berpeluang naik menjadi 75 persen apabila pasokan gas terjamin lancar.

Kenaikan utilisasi itu akan mendongkrak produksi nasional tahun ini hingga setara 510 juta meter persegi. Dengan capaian tersebut, Indonesia berpeluang naik peringkat global.

"Produksi tahun ini ekuivalen 510 juta meter. Tahun depan kita bisa jadi nomor 4 dunia, mengalahkan Vietnam. Sekarang kita nomor 5," kata Edy.

Menurut dia, geliat ekspansi tidak terlepas dari keberpihakan kebijakan pemerintah. Perlindungan terhadap produk keramik dalam negeri dinilai menjadi kunci daya saing industri terhadap produk luar.