INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus mempercepat penataan struktur usaha sebagai bagian dari upaya memperkuat bisnis inti sekaligus menyehatkan kondisi keuangan perusahaan.
Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) bersama Danantara Indonesia mendorong proses streamlining ADHI Group secara bertahap, dari 18 entitas yang saat ini terdiri atas anak perusahaan, anak cucu perusahaan, dan perusahaan afiliasi, menuju struktur yang jauh lebih sederhana dengan fokus utama pada ADHI sebagai perusahaan kontraktor.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat yang digelar Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria bersama jajaran Direksi ADHI, Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf, serta internal Danantara Asset Management (DAM) pada 3 September 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Dony menekankan pentingnya mengembalikan fokus ADHI kepada bisnis inti sebagai kontraktor profesional. Kualitas pekerjaan disebut menjadi salah satu prioritas utama dalam transformasi perusahaan.
“Tidak ada lagi, ini kan sudah kita lihat nih. Setiap bikin anak perusahaan, semuanya bermasalah. Jadi stop, tidak boleh lagi ada anak-anak perusahaan baru, dan Adhi fokus pada kontraktor,” ujar Dony.
Saat ini, ADHI memiliki tujuh anak perusahaan, satu anak cucu perusahaan yang merupakan turunan dari salah satu anak usaha, serta 10 perusahaan afiliasi.
“Adhi Karya ini memiliki tujuh anak perusahaan, anak cucunya ada satu dari turunan daripada salah satu anak perusahaan. Kemudian kita juga memiliki 10 perusahaan afiliasi,” ujar Moeharmein Zein Chaniago, Direktur Utama Adhi karya yang hadir dalam rapat tersebut.
Penataan tersebut akan dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain divestasi aset dan bisnis, konsolidasi anak usaha, serta penataan portofolio properti di bawah Danantara.
Khusus untuk anak usaha di sektor properti, termasuk PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), akan dilakukan uji tuntas untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan prospek bisnisnya. Hasil proses tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan langkah terbaik terhadap aset maupun entitas terkait.
Secara keseluruhan, BP BUMN dan Danantara menargetkan penyederhanaan ADHI Group dari 18 entitas menuju satu entitas sebagai bagian dari strategi penyehatan keuangan jangka panjang.
Restrukturisasi keuangan ADHI sendiri ditargetkan dapat diselesaikan pada September 2026. Penyelesaian proses tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan struktur yang lebih sederhana dan sehat.
“Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini itu bisa membuat Adhi menjadi sehat dan kita fokus di atasnya (Adhi Karya) hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik,” kata Dony.
Dengan struktur usaha yang lebih ramping, ADHI diharapkan tidak lagi terbebani oleh kompleksitas anak usaha dan portofolio bisnis yang berada di luar kompetensi utamanya. Perusahaan selanjutnya diarahkan untuk memperkuat kapasitas sebagai kontraktor sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan dan daya saing.
Transformasi ini menjadi bagian dari agenda jangka panjang untuk menciptakan ADHI yang lebih fokus, sehat secara finansial, dan mampu menghasilkan pertumbuhan yang lebih berkualitas serta berkelanjutan.