INDUSTRY.co.id - Perusahaan energi asal Arab Saudi, Saudi Aramco, menyatakan tertarik berinvestasi dalam proyek kilang minyak milik Pertamina di Balongan dan Dumai.
Pucuk Pimpinan Perusahaan Saudi Aramco Amin Naseer kepada Antara di Jakarta, Kamis (22/12) menyatakan akan membuat tim khusus untuk mempelajari pengembangan dan eksplorasi mengenai kedua kilang tersebut.
Ketertarikan Saudi Aramco, lanjut Amin sekaligus untuk memenuhi target produksi minyak yang ditentukan perusahaan yakni 10 juta barel per hari (bph).
"Saat ini kami berencana meningkatkan kapasitas hingga 10 juta bph, sekarang baru 5,8 juta bph," kata Amin.
Untuk itu Saudi Aramco melihat potensi-potensi kerja sama di beberapa perusahaan di Asia seperti China, Malaysia, dan Indonesia.
Di Indonesia sendiri Amin menyebut Pertamina sebagai perusahaan yang ambisius dalam mengembangkan dan eksplorasi kilang minyak.
Terlebih lagi kebutuhan akan konsumsi bahan bakar minyak di Indonesia meningkat dengan jumlah penduduk yang besar.
"Indonesia juga importir. Sekarang penduduknya besar jadi kebutuhan produk minyak akan meningkat. Ini sesuai dengan rencana Saudi Aramco untuk memperluas jaringan serta peningkatan kapasitas," kata dia.
PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco hari ini menandatangani kontrak kerja sama dalam proyek peningkatan kapasitas kilang eksisting (Refinery Development Masterplan Program, RDMP) Cilacap.
Kerja sama tersebut mencakup dalam kepemilikan saham dimana Pertamina 55 persen dan Saudi Aramco 45 persen, pengembangan kilang, dan pengoperasian kilang.(Hrb)