industry.co.id - Pasar FMCG (Fast Moving Consumer Goods) di platform e-commerce Indonesia mencatat rekor baru pada semester pertama 2026. Total nilai transaksi produk FMCG di e-commerce menembus Rp88,4 triliun pada periode Januari-Juni 2026, tumbuh +29,4% year-on-year (YoY).
Angka ini menjadi lompatan semester terbesar sejak 2024. Yang lebih menarik, pertumbuhan terjadi di sisi nilai penjualan (sales value) maupun volume penjualan (sales volume) secara bersamaan di hampir semua kategori, menandakan ekspansi pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Semua Kategori FMCG Tumbuh Positif
Data menunjukkan pertumbuhan yang konsisten pada dua sisi sekaligus di seluruh kategori FMCG. Homecare menjadi bintang dengan pertumbuhan tercepat:
- Homecare: Sales value naik +78,3% YoY, sales volume lonjak +42% YoY (kategori tercepat)
- Food & Beverages: Sales value melonjak +52,1% YoY, sales volume naik +33% YoY
- Healthcare: Sales value tumbuh +24,4% YoY, sales volume naik +20% YoY
- Beauty & Care: Sales value tumbuh +20,8% YoY, sales volume naik +12,8% YoY
- Mom & Baby: Sales value +18,7% YoY, sales volume +3,6% YoY (paling moderat)
"Pertumbuhan pasar FMCG e-commerce Indonesia di semester 1 2026 bukan sekadar angka, tapi juga sinyal pasar sedang dalam fase ekspansi yang sehat. Di semua kategori, baik nilai maupun volume penjualan tumbuh bersamaan," ujar CEO Compas.co.id.
Shopee dan ShopTokopedia Kuasai 99% Pasar
Konsolidasi marketplace FMCG Indonesia hampir sempurna. Shopee dan ShopTokopedia bersama-sama menguasai 99% penjualan di setiap kategori. Namun, kedua platform ini memiliki karakteristik pertumbuhan yang berbeda.
ShopTokopedia menjadi platform dengan pertumbuhan Official Store paling agresif di Beauty, F&B, Healthcare, dan Mom & Baby. Sementara itu, Shopee merebut kembali dominasinya di Homecare dengan share 69%, naik 8 percentage point dalam satu semester.
"Pasar sudah terkonsolidasi ke dua platform, tapi keduanya tidak bisa diperlakukan dengan strategi yang sama. Perilaku volume transaksi, dominasi seller, dan momentum pertumbuhan di Shopee dan ShopTokopedia berbeda secara signifikan per kategori," tambahnya.
Ramadan dan Lebaran Jadi Pendorong Utama
Pola musiman yang konsisten teridentifikasi: sebagian besar sub-kategori dengan pertumbuhan volume tertinggi terhubung langsung ke momen Ramadan dan Lebaran di kuartal pertama.
Di Food & Beverages, Mineral Water memimpin dengan pertumbuhan nilai +219% YoY, diikuti Cooking Oil (+123%) dan Candy (+121%). Seluruhnya adalah produk dengan lonjakan permintaan kuat saat sahur, buka puasa, dan perayaan Lebaran.
Di Beauty, sub-kategori makeup mendominasi: Nail Polish (+119%), Setting Spray (+85%), dan Eyeshadow (+77%). Di Homecare, Insektisida mencatat lonjakan +162% YoY, pertumbuhan sub-kategori tertinggi di seluruh FMCG.
Brand Lama Masih Dominan, tapi Persaingan Makin Ketat
Brand yang sudah aktif berjualan sebelumnya (existing brands) menyumbang 92-96% dari total pertumbuhan nilai penjualan semester 1 2026. Ribuan brand baru masuk setiap semester, tapi kontribusinya masih kecil.
Misalnya di Beauty & Care, 4.219 brand baru masuk tetapi hanya berkontribusi Rp0,6 triliun dari total tambahan Rp7,4 triliun. Di Homecare, 1.730 brand baru masuk tetapi hanya menghasilkan Rp0,1 triliun dari Rp2 triliun pertumbuhan.
Namun, dinamika peringkat di dalam pasar bergerak lebih cepat. Di setiap kategori, ada brand pendatang baru yang berhasil naik peringkat secara signifikan, sekaligus brand yang kehilangan momentum. Kondisi ini menunjukkan pasar FMCG e-commerce Indonesia semakin kompetitif.