INDUSTRY.co.id - Jakarta, Meningkatnya jumlah investor saham di Indonesia turut diiringi dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem keamanan digital yang lebih kuat.
Menjawab tantangan tersebut, aplikasi investasi saham Stockbit memperkuat perlindungan akun pengguna melalui penerapan sistem 3 Factor Authentication (3FA) yang dirancang untuk meminimalkan risiko penyalahgunaan akun.
Sistem keamanan tersebut terdiri atas tiga lapisan utama, yakni Face Recognition, Trusted Device, dan Freeze Account.
Melalui teknologi pengenalan wajah, hanya pemilik akun yang dapat mengakses maupun melakukan transaksi pada akun trading. Pengguna juga akan menerima notifikasi apabila terdeteksi upaya masuk dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenali.
Sementara itu, fitur Trusted Device secara otomatis memblokir percobaan login dari perangkat yang belum terdaftar. Untuk aktivitas penting, Stockbit juga menerapkan Multiple Verification sebagai lapisan verifikasi tambahan guna memperkuat perlindungan akun.
Adapun fitur Freeze Account memungkinkan pengguna membekukan akun sementara apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.
Head of PR & Corporate Communication Stockbit, William, mengatakan sistem keamanan tersebut dikembangkan untuk memberikan perlindungan maksimal bagi investor di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber.
"Sistem 3 Factor Authentication dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap akses akun pengguna melalui tiga lapisan verifikasi yang ketat. Selain itu, Stockbit juga memiliki tim Cybersecurity yang standby 24/7," ujar William.
Selain memperkuat aspek keamanan, Stockbit juga terus mengembangkan fitur analisis pasar berbasis data real-time.
Menurut William, langkah tersebut bertujuan membantu investor memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat dalam mengambil keputusan investasi.
"Kabar baiknya, Stockbit dirancang untuk berbagai level investor, baik yang sudah berpengalaman maupun investor pemula yang ingin berinvestasi secara profesional, baik yang melakukan transaksi secara harian maupun berinvestasi untuk jangka panjang. Stockbit dirancang untuk investor yang membutuhkan keamanan, kecepatan, ketepatan, dan kedalaman informasi dalam setiap pengambilan keputusan," katanya.
Sebagai bagian dari pengembangan layanan, Stockbit juga meluncurkan fitur Stockbit AI Reports.
Fitur ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk merangkum keterbukaan informasi emiten menjadi poin-poin analisis yang lebih ringkas sehingga investor dapat memahami informasi penting dengan lebih efisien dan memperoleh insight untuk mendukung keputusan investasi.
Stockbit menilai inovasi tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) hingga akhir Mei 2026, jumlah investor saham telah mencapai 9,73 juta investor. Hampir 80 persen di antaranya berasal dari kelompok usia di bawah 40 tahun.
Angka tersebut meningkat dibandingkan akhir 2023 yang tercatat sebanyak 5,2 juta investor dan menjadi 6,3 juta investor pada akhir 2024.
William mengatakan kepercayaan investor menjadi faktor penting dalam pengembangan layanan perusahaan.
"Kami telah melayani dan memahami apa yang dibutuhkan oleh jutaan investor di Indonesia. Para investor berinvestasi dengan cerdas dengan tidak hanya fokus pada kemudahan penggunaan aplikasi, tetapi juga memastikan adanya sistem keamanan yang kuat dan terpercaya. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada Stockbit selama ini."
Ia menegaskan Stockbit akan terus mengembangkan teknologi dan fitur inovatif untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, cepat, dan didukung informasi yang komprehensif.
"Sekali lagi, dalam menyikapi tren positif ini, Stockbit berkomitmen untuk menjadi aplikasi investasi saham yang mengedepankan keamanan, dapat diandalkan serta kredibel lewat fitur-fitur inovatif dan waktu eksekusi yang cepat untuk setiap transaksi," tutup William.