INDUSTRY.co.idJakarta - Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Di balik agenda diplomatik tersebut, terbuka peluang besar bagi dunia usaha, mulai dari investasi, transfer teknologi, hingga akses pasar global bagi pengusaha Indonesia.

Advertisement

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Ade Jona Prasetyo menegaskan, Jerman merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa. Menurutnya, kerja sama kedua negara memiliki potensi yang jauh lebih luas, terutama dalam sektor ekonomi dan industri.

"Jerman merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa, khususnya dalam bidang investasi, teknologi, manufaktur, pendidikan vokasi, dan pengembangan industri berkelanjutan," kata Ade Jona dalam keterangannya di Jakarta.

Advertisement

Ade menilai hubungan Indonesia dan Jerman saat ini memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan ke tahap yang lebih konkret. Beberapa sektor yang dinilai berpotensi besar antara lain investasi, pengembangan industri bernilai tambah, energi terbarukan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Kami melihat banyak peluang untuk meningkatkan kerja sama yang lebih konkret, terutama dalam bidang investasi, transfer teknologi, pengembangan industri bernilai tambah, energi terbarukan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia," ujarnya.

Advertisement

HIPMI juga menyatakan kesiapan menjadi penghubung antara pelaku usaha Indonesia dan dunia bisnis Jerman. Langkah ini dinilai dapat membuka jalan bagi pengusaha nasional untuk memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global.

Ade menegaskan pengusaha muda Indonesia memiliki semangat besar untuk menjalin kolaborasi dengan mitra internasional.

Advertisement

"Hubungan Indonesia dan Jerman memiliki fondasi yang sangat kuat. HIPMI siap menjadi mitra strategis dalam mempertemukan pelaku usaha kedua negara. Kami ingin mendorong lebih banyak kolaborasi bisnis, investasi, inovasi teknologi, hingga program pengembangan kewirausahaan yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia dan Jerman," katanya.

Tak hanya perusahaan besar, HIPMI juga menyoroti peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut Ade, pengalaman Jerman dalam membangun industri manufaktur modern dan sistem pendidikan vokasi dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan ekosistem industri Indonesia.

Ia berharap hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Jerman dapat membuka akses lebih luas bagi UMKM dan pengusaha muda nasional untuk masuk ke rantai pasok global serta menembus pasar Eropa.

"Kami percaya kerja sama ekonomi yang kuat akan menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan kedua negara. Pengusaha muda Indonesia siap menjadi bagian dari kemitraan strategis Indonesia-Jerman di masa depan," tutupnya.