INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kinerja emiten grup MAP menunjukkan hasil yang solid sepanjang 2025, khususnya pada dua entitas utama, yakni Mitra Adiperkasa ($MAPI) dan MAP Aktif Adiperkasa ($MAPA), yang keduanya berhasil melampaui ekspektasi konsensus.
MAPI mencatatkan laba bersih Rp856 M pada 4Q25 (+83% YoY, +107% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 mencapai Rp2,2 T (+26% YoY), melampaui ekspektasi (114% estimasi 2025F konsensus).
Sementara itu, MAPA mencatatkan laba bersih Rp559 M pada 4Q25 (+121% YoY, +12% QoQ), sehingga laba bersih selama 2025 mencapai Rp1,72 T (+27% YoY), juga melampaui ekspektasi (115% estimasi 2025F konsensus).
Dari sisi top-line, MAPI membukukan pertumbuhan pendapatan yang solid pada 4Q25 menjadi Rp13,1 T (+28% YoY, +25% QoQ). Kinerja ini ditopang oleh seluruh segmen utama, yakni ‘fashion & digital’ (+57% YoY), ‘active’ (+12% YoY), serta ‘cafe & restaurant’ (+9% YoY).
Pertumbuhan kuat pada segmen ‘fashion & digital’ didukung oleh peluncuran seri iPhone 17 pada Oktober 2025, yang turut mendorong kinerja Erajaya Swasembada ($ERAA).
Pada segmen ‘active’, yang dijalankan melalui MAPA, pendapatan mencapai Rp5,34 T pada 4Q25 (+12% YoY), dengan Indonesia sebagai kontributor utama sebesar 74% terhadap total pendapatan.
Sementara itu, segmen ‘cafe & restaurant’ melalui MAP Boga Adiperkasa ($MAPB) mencatatkan pendapatan Rp882 M (+9% YoY).
Secara keseluruhan, pendapatan MAPI sepanjang 2025 mencapai Rp43,1 T (+14% YoY), sedikit melampaui ekspektasi (104% estimasi 2025F konsensus).
Pertumbuhan ini didorong oleh pemulihan Same Store Sales Growth (SSSG) yang mulai terlihat sejak 2Q25 dan mengalami akselerasi signifikan pada 4Q25, serta ekspansi gerai.
Pada 4Q25, MAPI mencatatkan SSSG +7,9% YoY (vs. 3Q25: -0,1% YoY), MAPA +2,4% YoY (vs. 3Q25: +1,2% YoY), dan MAPB +5,3% YoY (vs. 3Q25: +1,8% YoY). Secara grup, MAP menambah 146 toko (net) pada kuartal tersebut, sehingga total toko mencapai 4.023 unit pada akhir 2025 (vs. 2024: 3.730 toko).
Dari sisi profitabilitas, lonjakan laba bersih pada MAPI dan MAPA turut didukung oleh ekspansi margin. Pada MAPA, peningkatan margin laba kotor menjadi faktor utama, dengan margin mencapai 48,3% pada 4Q25 (vs. 4Q24: 45,1%, 3Q25: 46,1%), sejalan dengan indikasi manajemen terkait penurunan tingkat diskon.
Sementara itu, pada MAPI, ekspansi margin lebih terlihat pada margin laba usaha yang meningkat menjadi 11,5% (vs. 4Q24: 10,4%, 3Q25: 8,3%). Hal ini didorong oleh operating leverage, di mana pertumbuhan SG&A sebesar +17% YoY lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pendapatan +28% YoY pada 4Q25.
Secara tahunan, laba usaha MAPI mencapai sekitar Rp4 T (+16% YoY), melampaui ekspektasi (110% estimasi 2025F konsensus).
Ke depan, kinerja grup MAP pada 1Q26 berpotensi mendapat dukungan dari faktor musiman, terutama periode libur Lebaran yang sepenuhnya jatuh pada kuartal tersebut, berbeda dengan tahun sebelumnya.
Namun demikian, risiko pelemahan rupiah tetap perlu dicermati karena berpotensi menekan consumer confidence, khususnya pada segmen menengah ke atas yang menjadi target utama grup MAP.
Pasca rilis kinerja 4Q25, harga saham MAPI meningkat +3,88% ke Rp1.205/saham pada Selasa (31/3), sehingga diperdagangkan pada valuasi Forward P/E 1 tahun sebesar 8,4x atau sekitar -1,5 standar deviasi dari rata-rata 5 tahun.
Sementara itu, saham MAPA ditutup flat di Rp625/saham, dengan valuasi Forward P/E 1 tahun sebesar 9,6x atau sekitar -1 standar deviasi dari rata-rata historisnya.