INDUSTRY.co.id - Jakarta, Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bank Indonesia (BI) yang memutuskan menurunkan 7-Day reverse Repo Rate menjadi 4,5 persen disambut baik pengusaha.
Wakil ketua Umum kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Kamdani mengatakan, keputusan BI sudah tepat . Hal ini bisa menggairahkan investasi.
"Saat ini dunia usaha sangat membutuhkan faktor pendorong perekonomian. Ditengah kondisi perekonomian yang sedang lesu, penurunan suku bunga acuan ini diharapkan bisa berdampak pada penurunan suku bunga kredit," ungkap Shinta di Jakarta (24/8/2017).
Namun ia mengatakan agar keputusan ini bisa berdampak maksimal harus dibarengi dengan kebijakan lain. "Antara lain iklim investasi yang sehat dan kompetitif, birokrasi yang pro investasi, serta dukungan infrastruktur ekonomi baik aspek kuantitas dan kualitas," terangnya.
Dirinya juga melihat hal ini akan semakin menggairahkan sektor rill sehingga belanja modal pengusaha bisa ditekan dan dapat mendorong ekspansi. Disisi lain, diharapkan bisa menumbuhkan permintaan kredit dan konsumsi masyarakat. "Sehingga, ini saya harapkan benar-benar menjadi pendorong perekonomian kita," imbuhnya.
Meskipun banyak dampak positif, namun Shinta juga melihat hal tersebut bisa memicu inflasi. Dengan demikian, ia berharap, kebijakan moneter melalui suku bunga acuan harus dibarengi dengan kebijakan fiskal dan perekonomian. "Ini agar dampak kebijakan suku bunga dapat dirasakan secara luas," pungkasnya.