INDUSTRY.co.id - Jakarta — Di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat, Indonesia dinilai berada pada posisi strategis yang justru semakin menguat.
Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri, James Riady, menegaskan bahwa fokus Presiden pada sejumlah sektor kunci menjadi fondasi penting bagi arah pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan James dalam forum KADIN Friday Breakfast, yang sekaligus menjadi pertemuan penutup tahun bersama para Ketua Umum Kadin Daerah, Ketua Komite Tetap, serta Komite Bilateral, Jumat (12/12).
Di hadapan para pelaku usaha, James menggambarkan kondisi global menjelang 2026 sebagai fase penuh gejolak. Dunia disebut semakin terfragmentasi akibat meningkatnya kompetisi antarnegara besar, pergeseran aliansi geopolitik, hingga potensi konflik yang dapat meluas dan berdampak pada perekonomian global.
Namun demikian, James menilai Indonesia justru tampil berbeda di tengah situasi tersebut.
Salah satu keunggulan utama Indonesia, menurut James, adalah kejelasan arah kebijakan nasional. Hal ini tercermin dari fokus Presiden pada lima sektor strategis, yakni ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, transformasi sektor kesehatan, penguatan pertahanan, serta pembangunan jaringan “jembatan-seribu-jembatan” untuk memperkuat konektivitas nasional.
“Fokus Presiden pada sektor-sektor strategis ini memberi sinyal kuat tentang kontinuitas dan kejelasan kebijakan. Ini adalah sesuatu yang langka di dunia yang semakin tidak terprediksi,” ujar James.
Ia menambahkan, dunia internasional melihat Indonesia sebagai negara dengan transisi politik yang stabil dan prediktabel, sebuah nilai tambah penting bagi investor global yang kini semakin selektif.
James juga menyoroti komitmen pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur besar-besaran. Mulai dari pelabuhan, kawasan industri, logistik, energi, hingga jembatan penghubung antarwilayah dinilai memberikan dampak langsung terhadap peningkatan daya saing nasional.
Kebijakan hilirisasi yang konsisten disebut membuat Indonesia semakin menarik bagi investor yang mencari stabilitas politik serta kepastian kebijakan jangka panjang.
“Di tengah perlambatan ekonomi global, Indonesia berdiri pada posisi yang unik. Kombinasi demografi muda, fondasi makro yang kuat, dan pembangunan infrastruktur menjadikan Indonesia semakin dilirik sebagai pusat pertumbuhan baru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, James menegaskan bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada kebijakan, tetapi juga pada fundamental ekonominya. Inflasi yang terkendali, disiplin fiskal yang terjaga, konsumsi domestik yang kuat, serta nilai tukar yang relatif tangguh dibandingkan banyak negara emerging market menjadi penopang utama.
Selain itu, Indonesia tengah menjalani dekade pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah, termasuk pembangunan ibu kota baru, yang secara nyata meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
“Indonesia memiliki kombinasi langka: stabilitas politik, kekuatan demografi, sumber daya alam, percepatan digital, serta basis manufaktur yang terus tumbuh. Dalam dunia yang terfragmentasi, Indonesia justru semakin menarik,” pungkas James.