INDUSTRY.co.id-Subang-Panen padi keinginan Petani. Apalagi panen padi melebihi ekspektasi yang diharapkan. Biasanya benih, lahan dan pupuk turut mempengaruhi produksi Padi.

Advertisement

Maka Syngenta mempunyai binaan Kelompok Tani, dengan melakukan panen 10 Ton untuk 1 hektar Sawah di Compreng, Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025).

"Hari ini kita pertama mulai dengan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniannya, dimana kita diberikan kesempatan untuk berkumpul bersama di acara hari ini yaitu sinergi untuk Indonesia Maju, memperdayakan petani, menguatkan ekonomi, dan menjaga keberlanjutan pertanian. Waktu saya mulai perjalanan saya dengan Syngenta Indonesia, saya bermulai perjalanan ini di bulan November tahun lalu, jadi masih relatif cukup baru, walaupun dengan Syngenta saya sudah hampir 20 tahun berjalan bersama," kata Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto di Subang, Jawa Barat, Sabtu (4/10/2025).

Advertisement
Ia menceritakan di hadapan Petani saat Panen Padi 10 Ton, saat dia melihat pertanian di Vietnam, di Malaysia, di Thailand, dan juga ada kesempatan melihat di China, di India, dan di Bangladesh tersenyum. Di negara yang dikunjunginya rata-rata produksi Padinya mencapai 4,5 ton - 5 ton.

"Setiap kali saya berkunjung di lapangan, saya mendapat energi yang baru, mendapat passion yang baru, dimana saya melihat para bapak dan ibu petani di negara masing-masing tersenyum dengan bangga, dengan penuh kepercayaan waktu panen, karena menggunakan produk yang bagus, dengan melakukan praktek pertanian yang baik," jelasnya.

Advertisement

Nah saat di Subang ini dengan mengambil Petani binaan 10-20 orang, rata-rata lahan 1-1,5 hektar, didorong Produksi padi mencapai 10 ton per hektar.

"Lahan dan meningkatkan produktivitas bapak ibu petani mencapai hasil panen yang tinggi, hasil panen yang lebih dari 10 ton," jelasnya.

Advertisement

Sementara itu, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Dirjen Tanaman Pangan, Kementan, Ladiyani Retno Widowati menyinggung Syngenta untuk tetap menghasilkan benih unggul.

“Kalau kita bicara benih mau sebagus apapun, pupuk mau sebagus apapun, tanahnya mau sebagus apapun, alat pertanian bagus apapun drone-nya, kalau benih tidak bagus, maka tanaman tidak bisa tumbuh dengan baik,” kata Direktur Perlindungan Tanaman, Ladiyani Retno Widowati.

Jadi Syngenta juga sudah berusaha untuk menghasilkan benih-benih unggul. Kementerian Pertanian menargetkan para breeder dan pembuat benih bisa menghasilkan benih dengan potensi hasil mencapai 13 ton/ha.

"Saat ini rata-rata produktivitas padi nasional hanya 5,2 ton/ha," ucapnya.