INDUSTRY.co.id -

Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) gelar seminar nasional yang bertujuan mengurai lahan dalam rangka mewujudkan pembangunan infrastruktur nasional di Hotel Century Park, Rabu (21/12)

Menurut WB (World Bank), Indonesia membutuhkan waktu 20 tahun lamanya untuk menyamai keberadaan infrastruktur seperti di Negara Asia lain Jepang dan Korsel, agar pertumbuhan ekonominya stabil.

BI mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai kwartal III 2016 tercatat sekitar 4,9% (yoy), walaupun mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2015 sebesar 4,73% (yoy). Namun perlambatan disebabkan lemahnya pertumbuhan investasi dan konsumsi pemerintah, termasuk realisasi proyek infrastruktur dan prilaku menunggu (wait and see) investor swasta juga mendorong terjadinya pelemahan investasi disektor pembangunan.

Dalam program nawacita pembangunan infrastruktur merupakan prioritas, untuk itu pemerintah telah menerbitkan 2 instrumen hukum sebagai landasan bagi terselenggarany pembangunan nasional antara lain dengan Peraturan Presiden RI nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penerbitan kedua instrument hukum itu menunjukkan besarnya perhatian dan keseriusan pemerintah untuk merealisasikan terwujudnya PSN, seperti pembangunan waduk untuk ketahanan pangan dalam mencapai program swasembada beras 2018, elektrifikasi 35.000 MW untuk memenuhi kebutuhan energy listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, pembangunan bandara/ pelabuhan bersifat internasional/ perintis guna membuka konektivitas nasional melalui jaringan transportasi udara dan laut, jalan tol atau jalur rel KA.

Lemahnya koordinasi antara stakeholder dan konflik interest, membuat penyelesaian permasalahan lahan semakin berlarut-larut. Untuk itu perlu dilakukan seminar nasional yang melibatkan antara stakeholder terkait guna menemukan solusi dan mengurai hambatan dan kendala pembangunan infrastruktur program nawacita sebagai proyek strategis Nasional tersandera permasalahan lahan.