INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Penguatan standardisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan pasar global. 

Kehadiran PT IAPMO Group Indonesia yang merupakan bagian dari International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) dan telah berusia 100 tahun pada 2026 diharapkan dapat memperkuat ekosistem standardisasi, sertifikasi, serta pengembangan industri berkelanjutan di Indonesia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam peringatan 100 tahun IAPMO yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (15/10). Dalam kesempatan itu, pemerintah dan pelaku industri menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan produk yang beredar memenuhi persyaratan mutu, keselamatan, keamanan, serta aspek lingkungan.

PT IAPMO Group Indonesia bergerak di bidang pengujian, inspeksi, dan sertifikasi atau testing, inspection, and certification (TIC). Cakupan layanannya kini tidak hanya meliputi sistem perpipaan, tetapi juga sektor konstruksi, bahan bangunan, mekanikal, sanitasi, peralatan rumah tangga, hingga peralatan makanan. Perusahaan juga mengembangkan layanan sertifikasi untuk mendukung produk yang lebih ramah lingkungan.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko Cahyanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi IAPMO dalam mendukung penerapan standar keselamatan, kesehatan, dan keamanan produk.

“Ini sangat penting sekali. Dan kami mengapresiasi apa yang sudah dilakukan IAPMO selama ini. Saya mendoakan semoga IAPMO semakin sukses dan di Indonesia bisa semakin besar dan semakin kuat. Kami senang sekali bisa bekerja sama dengan IAPMO dan di masa depan kami berharap kerja sama tersebut akan semakin hebat,” kata Eko.

Menurut Eko, standardisasi merupakan elemen penting dalam ekosistem industri karena berkaitan langsung dengan keselamatan manusia, kesehatan, serta perlindungan lingkungan. Karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong penerapan standar industri hijau agar sektor manufaktur dapat bertransformasi menjadi lebih efisien dan kompetitif.

Ia menegaskan, pengembangan standar industri hijau tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong industri memanfaatkan potensi yang tersedia secara optimal dan meningkatkan daya saing produk.

“IAPMO di sini menjadi bagian dari ekosistem yang kita butuhkan untuk mendukung standardisasi, apalagi standar industri hijau. Tidak mungkin pemerintah sendiri melakukan semuanya,” ujarnya.

Chief Technical Services Officer IAPMO, Tom Palkon, menilai keberlanjutan akan menjadi salah satu isu utama dalam perkembangan industri selama 100 tahun mendatang. Menurutnya, berbagai negara memiliki peluang untuk mengembangkan praktik industri yang lebih berkelanjutan melalui penerapan standar dan teknologi yang tepat.

Tom menyatakan IAPMO siap mendukung pemerintah dan sektor industri Indonesia dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dukungan itu tidak terbatas pada sertifikasi produk, tetapi juga mencakup proses produksi serta pengembangan tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam penerapan operasional industri hijau.

Sementara itu, Executive Vice President PT IAPMO Group Indonesia, Shirley Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya siap memperluas kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha untuk membangun ekosistem industri yang mengacu pada standardisasi global.

Menurut Shirley, IAPMO telah menjalin kerja sama dengan sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami tidak hanya membawa teknologinya, tapi kami juga akan memastikan SDM Indonesia mampu menguasai teknologi tersebut,” kata Shirley.

IAPMO didirikan di Amerika Serikat pada 1926 dan berfokus pada pengembangan standar, pengujian, sertifikasi, serta pelatihan, terutama untuk sistem perpipaan, sanitasi, dan produk mekanikal. Di Indonesia, organisasi ini telah beroperasi selama 10 tahun melalui PT IAPMO Group Indonesia.