INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang di Provinsi Banten memasuki tahap penting. Berdasarkan data per 13 September 2026, pembangunan Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles sepanjang 24,17 kilometer telah rampung 100% dan kini memasuki tahap persiapan Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).

Rampungnya Seksi 2 akan memperpanjang konektivitas jalan tol dari Serang hingga Cileles. Sebelumnya, Seksi 1 Serang–Rangkasbitung sepanjang 26,495 kilometer telah beroperasi, sehingga penyelesaian Seksi 2 menjadi tahapan lanjutan dalam membuka akses tol menuju wilayah Banten bagian selatan.

Seksi 1 dan Seksi 2 merupakan porsi badan usaha yang dikelola PT Wijaya Karya Serang Panimbang. Sementara itu, Seksi 3 Cileles–Panimbang menjadi porsi pemerintah dengan sumber pembiayaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Di sisi lain, pembangunan Seksi 3 yang memiliki panjang sekitar 33 kilometer masih berlangsung dengan progres yang berbeda pada setiap paket pekerjaan. Fase 1 sepanjang 17,46 kilometer telah mencapai 95,81%. Fase 2 Paket 3 sepanjang 6,29 kilometer mencapai 93,80%, sedangkan Fase 2 Paket 1 sepanjang 1,05 kilometer mencapai 56,35%.

Adapun Fase 2 Paket 2 sepanjang 8,20 kilometer telah mencapai progres 89,29%. Sementara itu, pekerjaan Paket Penanganan Hidrologi tercatat baru mencapai 38,16%. Seluruh progres tersebut merupakan pembaruan per 13 September 2026.

Secara keseluruhan, Jalan Tol Serang–Panimbang memiliki panjang 83,67 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi. Kehadiran ruas ini diproyeksikan memperkuat konektivitas Kota Serang dengan Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang, sekaligus membuka akses yang lebih efisien menuju wilayah Banten bagian selatan.

Dari sisi efisiensi perjalanan, keberadaan Tol Serang–Cileles juga menawarkan penghematan waktu tempuh yang cukup signifikan. Perjalanan dari Serang menuju Cileles yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 45 menit melalui jalur non-tol diperkirakan dapat ditempuh hanya sekitar 45 menit melalui jalan tol.

Efisiensi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang dan logistik. Pemangkasan waktu perjalanan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan konektivitas antarkawasan, terutama bagi wilayah yang selama ini memiliki akses transportasi lebih terbatas.

Jalan Tol Serang–Panimbang sendiri merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) di Banten. Ruas ini juga dirancang untuk memperkuat keterhubungan dengan jaringan Jalan Tol Trans Jawa melalui koridor Tangerang–Merak.

Selain mendukung mobilitas, keberadaan tol tersebut diarahkan untuk membuka akses yang lebih baik menuju sejumlah kawasan strategis di Banten. Salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung serta berbagai destinasi wisata di wilayah selatan, termasuk kawasan Pantai Selatan dan Ujung Kulon.

Dengan Seksi 2 yang telah mencapai konstruksi 100% dan masuk tahap persiapan ULFO, pembangunan Tol Serang–Panimbang kini semakin mendekati terbentuknya konektivitas utuh hingga Panimbang. Penyelesaian Seksi 3 akan menjadi tahapan berikutnya untuk menghubungkan jaringan tol tersebut secara penuh hingga wilayah selatan Banten.

Pengembangan ruas ini diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan aksesibilitas kawasan strategis, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di Banten bagian selatan.