Bangun PLTU, Krakatau Steel Siap Kucurkan US$40 Juta

Oleh : Abraham Sihombing | Rabu, 21 Desember 2016 - 09:30 WIB

Gedung Krakatau Steel. (Dimas Ardian/Bloomberg/Getty Images)
Gedung Krakatau Steel. (Dimas Ardian/Bloomberg/Getty Images)

INDUSTRY.co.id -PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan membiayai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT Krakatau Daya Listrik, anak usaha perseroan, berkapasitas 2x80 megawatt (MW) bernilai US$40 juta.

Dana untuk pembangunan PLTU tersebut akan diambil dari belanja modal Krakatau Steel pada 2017 yang dianggarkan sebesar US$200 juta, ujar Sukandar, Direktur Utama KRAS, Selasa (20/12).

Sukandar mengemukakan, jika dibanding pada 2016 sebesar US$180 juta, maka dana belanja modal KRAS tahun depan tercatat lebih tinggi sekitar 11%. Selain untuk pembangunan PLTU Krakatau Daya Listrik, dana belanja modal tersebut juga digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik hot strip mill (HSM) II, push and packing line dan reversing mill.

Pada 2016, manajemen KRAS mengalokasikan dana belanja modal US$180 juta untuk membiayai pembangunan pabrik hot strip mill (HSM) II dan Blast Furnace.

Sukandar menjelaskan, seluruh dana belanja modal pada 2017 tersebut berasal dari pinjaman perbankan. Untuk memperoleh pendanaan dari luar perseroan, maka perseroan masih akan memilih dan mempertimbangkan bank yang akan mendanai proyek pembangunan PLTU milik Krakatau Daya Listrik tersebut.

Disamping itu, demikian Sukandar, perseroan melalui anak usahanya, PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) saat ini sedang mengakuisisi lahan di Anyer, Provinsi Banten, seluas 500 hektar (ha). Lahan itu akan digunakan untuk pengembangan kawasan industri.

Cadangan lahan kami sedikit, sehingga harus melakukan akuisisi lahan baru. Total investasi yang dibutuhkan untuk akuisisi 500 ha lahan tersebut antara Rp700-750 miliar," tutur Sukandar.

Hingga kini, menurut Sukandar, perseroan sudah mengakuisisi lahan seluas 450 ha. Sekitar 100 ha lahan tersebut akan dikembangkan pada triwulan keempat 2017. ‎Krakatau optimistis dapat memasarkan kawasan industri tersebut pada triwulan pertama 2018. Jika akuisisi 500 ha lahan tersebut selesai, maka total cadangan lahan perseroan menjadi 1.130 ha, imbuhnya.

Sukandar mengatakan, perseroan juga sedang menjajaki kemungkinan pengembangan kawasan industri baru di Bojonegoro dan Subang melalui sinergi dengan dua anak usaha BUMN. Kendati demikian, rencana tersebut baru dalam tahap uji kelayakan. (abr)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama Bank BRI Sunarso kanan

Minggu, 05 April 2020 - 13:31 WIB

BRI Punya Banyak Program Bantu UMKM Terdampak COVID-19

PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memberikan dukungan terhadap para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah kondisi yang menantang akibat penyebaran Virus COVID-19.…

Raisa

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

VLIVE Mendorong Para Artis dan Penggemar Tetap di Rumah

Platform komunitas hiburan global dari Naver Corp, VLIVE, mengajak sejumlah artis dan influencers Indonesia yang tergabung dalam channel VLIVE dalam untuk ikut serta dalam kampanye V PAKET #dirumahaja…

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Minggu, 05 April 2020 - 13:15 WIB

Tips untuk Bekerja atau Belajar dari Rumah

Kerja dan Belajar dari Rumah (work from home, school from home) menjadi tren global beberapa waktu terakhir ini.

PT Indika Energy Tbk (INDY) (Foto Tambang)

Minggu, 05 April 2020 - 13:00 WIB

PT Indika Energy Tbk Raub Laba sebesar US$ 75,5 Juta di Tahun 2019

Perusahaan energi terintegrasi PT Indika Energy Tbk. (Perseroan) merilis Laporan Keuangan konsolidasi yang diaudit untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2019. Perseroan berhasil membukukan…

Obat Kloroquin (foto - Antara)

Minggu, 05 April 2020 - 12:41 WIB

dr. Siti Nadia Tirmizi: Bukan Obati Malaria, Klorokuin adalah Obat Covid-19

Klorokuin saat ini dijadikan sebagai obat Covid-19. Beredar di masyarakat bahwa klorokuin merupakan obat malaria yang masih digunakan. Padahal, Klorokuin tersebut sudah tidak lagi digunakan…