INDUSTRY.co.id - Dalam upacara kematian adat Toraja, Sulawesi Utara, selalu akan dikorbankan kerbau belang yang tergolong langka dan mahal harganya. Ini untuk menunjukkan stastus sosial keluarga yang menyelenggarakan upacara adat. Dari tahun ke tahun jumlah kerbau belang ini terus menyusut karena memang kerbau jenis ini sangat langka dan sulit untuk berkembang biak. Dengan dasar pemikiran untuk menjaga kelestariannya, PT Inagro yang memiliki luas lahan 76 hektare yang berlokasi jalan Raya Jampang, Desa Karihkil KM 7 , Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencoba mengembangbiakkan kerbau belang ini di salah satu arealnya.
“Ini memang salah satu upaya kami dibidang peternakan. Menjaga kelestarian dari Kerbau Belang dan juga kerbau khusus yang bobotnya mencapai 800 kg,” kata Onny Untung, konsultan PT Inagro.
Saat ini, dua ekor kerbau belang, jantan dan betina sudah berhasil dikawinkan dan sedang menunggu apakah kerbau betina bisa bunting atau tidak di luar kawasan Toraja. “Mudah-mudahan bisa berhasil, karena kami berusaha membangun lingkungan sesuai dengan habitat aslinya. Dengan demikian kerbau ini merasa nyaman dan bisa berkembang biak,” tambah Onny.
Di areal yang cukup luas ini, selain untuk mengembangkan peternakan kerbau, juga sedang dikembangbiakkan peternakan untuk burung merak biru yang asalnya dari India. Khusus untuk merak hijau tidak bisa diternakkan karena sudah termasuk burung langka dan harus memiliki ijin khusus untuk melakukan penangkaran. “ Yang dari india ini kita kawin silangkan dengan burung merak lokal. Dan sudah tampak hasilnya,” jelas Onny saat berada di kawasan Kandang Merak.
PT Inagro yang lokasinya tidak jauh dari Jakarta memang merupakan tempat wisata sekaligus juga tempat untuk memperoleh oengetahuan tentang peternakan, perkebunan dan pertanian. Juga terdapat fasilitas outbond
Pengunjung yang berwisata akan dibawa mengunjungi Laboratorium Kultur Jaringan untuk sejumlah tanaman unggulan seperti Jati, Durian, Nanas Golden Honey, Talas Ketan, beberapa jenis pisang-pisangan (Pisang Udang, Abaka, Raja Bulu, Cavendish, Mas, Apu, Uli, Kepok, dan sebagainya), juga bunga-bungaan, hingga tanaman berkhasiat seperti tanaman Stevia, yang daunnya mampu menghasilkan rasa manis alami 40 kali melebihi rasa manis dari gula tebu.
Dan laboratorium kultur jaringan ini juga menjadi bagian penting pengembangbiakan tanaman PT. Intidaya Agrolestari, yang langsung dibawah pengawasan Maria Imelda, seorang mantan peneliti senior di LIPI.
Pengunjung yang berwisata dapat mengetahui pula bagaimana pengembangbiakan dari sejumlah ikan seperti, Ikan Sidat, Gabus, lele dan ikan hias Black Ghost. Juga terdapat penangkaran rusa jenis Rusa Axis dan lainnya.
Selain Eduwisata dan Pusat Reasearch Inagro ini dilengkapi pula dengan Bike and Jogging Track, Asrama Pelatihan, Lapangan Olahraga Outdoor, Penyewaan Sepeda dan Kuda, Kafetaria, Auditorium, Pendopo, Aula, Ruang Rapat, Tenda Pelatihan dan lainnya.
Bahkan melalui Makayasa, telah disiapkan pula Inagro Training Centre, sebuah Outdoor Management Training (OTM) yang telah berpengalaman puluhan tahun untuk mengembangkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan pendekatan alam bebas serta metodologi Experiential Learning.
“Dengan segala fasilitas yang ada, Eduwisata dan Pusat Research Inagro membuka seluas-luasnya bagi pemerintah maupun swasta, perorangan maupun kelompok, karyawan, mahasiswa, pelajar maupun anak-anak untuk memanfaatkan seluas-luasnya area edukatif ini. Bahkan bagi universitas-universitas pun dipersilakan untuk melakukan joint research dengan fasilitas yang ada di Inagro ini, “ pungkas Onny Untung mengundang. (AMZ)