INDUSTRY.co.id - Jakarta-Perlambatan ekonomi diakui leasing mempengaruhi pembiayaan otomotif. Meski ada perlambatan, industry pembiayaan tetap optimis target pembiayaan tetap akan dicapai sampai akhir tahun.
Chief Executif Officer PT Indomobil Finance Indonesia, Gunawan Effendi mengatakan, pihaknya optimis target pembiayaan akan tercapai, adanya perlambatan ekonomi tidak akan mempengaruhi target. Target pembiayaan hingga akhir tahun sebesar 17% tahun ini dari realisasi tahun lalu sebesar Rp1,65 triliun.
“Target pembiayaan tetap dengan kerja keras. Ini baru berjalan masuk 8 bulan, sehingga enggak ada revisi,” kata dia di Jakarta, Senin (7/8/2017).
Gunawan menguraikan perlambatan ini tercermin dari adanya migrasi pembelian kendaraan mobil ke Low Cost Green Car(LCGC). Migrasi menandakan daya beli masyarakat bergeser ke harga yang lebih murah. Diketahui mobil LCGC kisaran Rp100 juta kurang lebihnya.
“Mobil tumbuh dikit, mobil konvensional ke LCGC, nilai rupiah kurang. Untuk mobil komesial inden. Komersial car tergantung barang inden, barang jadi makan waktu,” katanya.
Untuk mengejar target tersebut, kata dia, pihaknya memiliki funding yang kuat. Dia sebutkan telah memperoleh pendanaan dari luar negeri sebesar US$250 juta dari 23 bank sindikasi. Dana lain berasal dari penerbitan obligasi. “Plafon kita kisaran Rp5 sampai Rp6 Triliun, yang sudah terealiasi sudah 80%. Sisanya kita lihat apakah obligasi manarik atau loan, kalau obligasi lihat kupon,”katanya.