INDUSTRY.co.id - Polandia - Sebanyak 22 tokoh asal berbagai daerah di Indonesia mengikuti kegiatan North Maluku Urban Good Governance Academy in April 2024 (NMUGGA24) yang berlangsung di Polandia, 6 hingga 20 Agustus 2024. Ini adalah program hasil kerja sama European Union, Pemerintah Gola Kalwaria, dan Pemerintah Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Advertisement

Para delegasi tersebut sebagian besar berasal dari Malut, dan memiliki latar belakang profesi berbeda. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), akademisi, peneliti, jurnalis, hingga kepala desa. Mereka terpilih dalam seleksi usai mengirimkan motivational letter dengan pilihan tema-tema tertentu. Antara lain soal green urban management, public communication, green energy, waste management, smart eco-solutions, dan municipal service. Tema-tema ini juga di dalami selama delegasi ini melakukan studi lapangan di Polandia.

Advertisement

Para delegasi terbagi dalam dua batch, di mana masing-masing batch terdiri atas 11 orang. Delegasi batch pertama adalah Wilson Alexander, Siti Barora Sinay, Yunice Maimo, Fachruddin Tukuboya, Ilham Rifki Nurfajar, Rosida Marasabessy, Kiki Tandi Salla, Jubhar Christian Mangimbulude, Sitti Gormawaty, Loana Jeanete Totoda, dan Putri Citra Marina Abidin.

Sedangkan delegasi batch kedua adalah Kris Syamsudin, Halida Nuria, Ika Fuji Rahayu, Kurniati Sillia, Anitawati, Leila Mona Ganiem, Ade Solihat, Susana Wijaya, Noor Fahmi Pramuji, Hafiza Jasmine Azzahra, dan Nur Lienda.

Advertisement

Selama mengikuti program ini, anggota delegasi diajak mendalami standar manajemen administrasi lokal di Polandia. Mereka juga mendapatkan pemaparan materi mendalam dari para ahli yangberasal dari negara Uni Eropa melalui sesi interaktif. Juga menyaksikan perkembangan sejarah dan kebudayaan tradisional Polandia.

Salah satu anggota delegasi, Kris Syamsudin, mengatakan, benchmarking program dengan negara-negara di Eropa akan selalu memberi massive positive impacts untuk provinsi Maluku Utara. 

Advertisement

‘’Karena itu, setelah kembali ke Maluku Utara, banyak konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan di Polandia yang bisa kita aplikasikan di Indonesia. Konsep urban tourism development dan green toursim development sangat berkembang baik di Polandia,” tutur Kris yang juga Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemprov Malut ini.

Menurut dia, satu hal yang paling penting adalah mengadaptasi konsep tata kelola sampah di Polandia. Isu sampah di Maluku Utara adalah hal mendesak yang harus disikapi dengan baik. Ini sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan di Malut. 

‘’Kami akan meeting dengan Wali Kota Gora Kalwaria besok. Sharing session dengan beliau akan sangat menarik tentang pengembangan kota berbasis pariwisata berkelanjutan,’’ paparnya.

Sementara Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Halmahera Utara, Oscar Bertho Mene mengatakan, keberangkatan ini dalam rangka tindak lanjut kerja sama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dengan Kota Gora Kalwaria. 

Tujuannya antara lain sebagai strategi meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan lembaga internasional khususnya dalam penanganan lingkungan dan pengembangan pasar berkelanjutan.

“Kami berharap kunjungan ini akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam berbagai bidang, termasuk ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan,” kata Bertho.

Bertho berharap kunjungan ini dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan meningkatkan reputasi Kabupaten Halmahera Utara di kancah internasional.

Bertho juga menyampaikan pemerintah Kabupaten Halmahera utara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung keberangkatan ini. Termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Warsawa serta masyarakat Kabupaten Halmahera Utara.

“Kami berupaya menyambut setiap kesempatan yang datang untuk kemajuan Halmahera Utara. Semoga dengan keberangkatan ini peluang kerja sama internasional makin terbuka,” harap Bertho. 

Kegiatan ini sendiri terselenggara berkat undangan Sylwia Szparkowska dari Development Policy Foundation. Dia adalah koordinator proyek ‘’A Suistanable Urban Marketplace: Participatory Urban Governance For Safe, Green Inclusife Fresh Market Management‘’ di Indonesia. Sementara pembiayaan untuk keberangkatan dan akomodasi seluruh delegasi didanai oleh Uni Eropa.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh delegasi asal Indonesia adalah melakukan pertemuan bilateral dengan pemerintah setempat untuk membahas peluang investasi Uni Eropa dan kerja sama ekonomi hijau Uni Eropa serta pengembangan sumber daya manusia. Juga melakukan kunjungan ke beberapa institusi pendidikan untuk menjajaki program pertukaran pelajar. Dan kunjungan ke beberapa Instansi Pemerintah Kota Gmina Gora Kalwaria.

Di sisi lain, kehadiran delegasi yang sebagian besar berasal dari Malut ini juga bertujuan untuk ikut berpartisipasi dalam forum kebudayaan dan mempromosikan seni dan budaya Kabupaten Halmahera Utara.