INDUSTRY.co.id - Jakarta-Menjabat sebagai Direktur Utama PT Pegadaian Persero, Riswinandi Idris didapuk menjadi Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemani Wimboh Santoso.
Pembentukan biro kredit untuk perusahaan layanan keuangan berbasis teknologi (fintech)menjadi salah satu program yang ia canangkan.
Di hadapan Komisi XI DPR RI saat fit and proper test medio Juni lalu, pria yang sempat menduduki jabatan sebagai Senior Vice President Loan Work Out & Collection Division Head di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) ini menyampaikan paparan program dan usulannya terkait pentingnya dibentuk perusahaan biro kredit untuk perusahaan layanan keuangan berbasis teknologi atau fintech (financial technology).
Menurutnya Biro kredit ini bertujuan agar penyaluran kredit yang dilakukan perusahaan fintech tetap terjaga kualitasnya dan terhindar dari tingginya rasio kredit bermasalah.
Kendati memandang positif dengan kehadiran fintech, ia tetap menekankan pentingnya kehati-hatian OJK dalam mengawasinya.
"Fintech memberi pertumbuhan yang baik bagi industri jasa keuangan, tapi kita perlu hati-hati mengadposinya.Karena dengan fintech, mereka bisa saling berhubungan dengan nasabahnya yang diharapkan bagaimana nanti kita bisa tegas katakanlah bagaimana penyaluran kreditnya," kata Riswinandi di Gedung DPR/MPR, Jakarta, juni lalu.
Baginya biro kredit dapat membantu fintech memberikan penilaian dan informasi terkait kualitas kredit nasabah. Dan kelak Biro kredit ini akan berada di bawah pengawasan OJK.
Untuk mendapatkan data nasabah, kata Riswinandi, saat ini baru bisa diperoleh dari Bank Indonesia. Namun sesuai dengan kesepakatan, informasi tersebut bakal diperoleh melalui OJK.
Seharusnya memang tahun ini pindah dari BI ke OJK, karena data yang dibangun ini platformnya sudah selesai diuji coba untuk akses industri," paparnya.
Sejauh ini sosok Riswinandi Idris memang telah dikenal luas di dunia ekonomi. Pria kelahiran tahun 1957 ini telah melewati berbagai tahapan untuk posisinya saat ini di OJK.
Ia harus memperebutkan jabatan Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota bersama dengan mantan Kepala PPATK Agus Santoso dan Etty Retno Wulandari.
Kariernya sendiri dimulai dari posisi Senior Assistant di SGV Utomo pada 1984. Lalu, pada 1986 Riswinandi memulai berkarier di PT Bank Niaga Tbk selama kurun waktu 13 tahun, khusus pengelolaan kredit korporasi (Corporate Banking).
Kariernya makin menanjak ketika dia menduduki posisi Kepala Cabang (General Manager) Bank Niaga di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), serta menjabat sebagai Vice President Human Resources (Group Head).
Di tahun 1999, Riswinandi bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menduduki posisi Senior Vice President Loan Work Out & Collection Division Head hingga 2001.
Pada tahun yang sama, kariernya berlanjut di PT Bank Danamon Tbk sebagai Executive Vice President Corporate Lending Division.
Hingga Juni 2003, Riswinandi menjabat sebagai Direktur PT Danamon Tbk hingga Juni 2003.
Kemudian pada September, Riswinandi ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Bank Mandiri Tbk sampai dengan Mei 2005. Selanjutnya terhitung sejak Oktober 2005, ia bertugas sebagai Executive Vice President-Credit Recovery II di Bank Mandiri.
Pada Mei 2010 Riswinandi ditunjuk sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri dan pada April 2015 beliau ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Pegadaian (Persero).