INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi terus mendorong masuknya investasi mobil listrik di Tanah Air, salah satu upayanya yaitu dengan menyediakan insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP).
Menurutnya, mobil listrik merupakan masa depan industri otomotif Indonesia seiring melimpahnya sumber daya nikel.
"Semuanya kita dorong. Tujuannya agar semuanya berproduksi di Indonesia. EV semua merek berproduksi di Indonesia karena kita mempunyai kekuatan EV baterai,” ujarnya saat sela-sela pembukaan IIMS 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/2/2024).
Dirinya juga menyebut bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dan baterai secara lokal akan terus ditingkatkan untuk meningkatkan daya saing Tanah Air di kancah global.
Sekedar informasi, diskon PPN itu diberikan bagi mobil listrik buatan lokal dengan syarat TKDN tertentu, menikmati potongan PPN dari 11% menjadi 1%.
Sejauh ini, terdapat dua produk yang memanfaatkan insentif tersebut, Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev, karena memenuhi syarat minimal TKDN 40%.
Insentif mobil listrik telah diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK 38/2023) yang masa berlakunya habis 31 Desember 2023 sesuai anggaran untuk tahun lalu.