INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) memperkenalkan dua produk terbaru, yakni Fast Charging 2W dan Buffer Charging, pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Kedua produk tersebut menjadi bagian dari upaya Perseroan memperkuat ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 50%.
Fast Charging 2W merupakan perangkat pengisian daya cepat untuk kendaraan listrik roda dua dengan durasi pengisian sekitar 15 menit. Sementara itu, Buffer Charging dirancang sebagai solusi pengisian daya yang praktis dan portabel sehingga dapat dibawa ke berbagai lokasi, termasuk wilayah terpencil seperti perkebunan, pertambangan, hingga kawasan industri.
Peluncuran kedua produk tersebut sejalan dengan fokus DRMA dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi sebagai bagian dari infrastruktur pendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua di Indonesia.
Presiden Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso, mengatakan Perseroan tidak hanya berfokus pada produksi kendaraan listrik, tetapi juga menghadirkan solusi pengisian daya yang cepat, mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat.
"Dalam hal ini, Fast Charging merupakan fondasi utama untuk membangun ekosistem EV yang terintegrasi, berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan industri nasional," kata Irianto Santoso.
Ia menambahkan, DRMA berkomitmen menjadi pelopor sekaligus penggerak dalam menghadirkan solusi kendaraan listrik yang inovatif, andal, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai tahap awal, pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi tersebut akan diimplementasikan melalui pilot project di lingkungan operasional Dharma Group. Selanjutnya, Perseroan akan memperluas pengembangan secara bertahap melalui kolaborasi strategis dengan pemerintah, pelaku industri, institusi, serta berbagai mitra terkait.
"Setelah itu, pengembangan akan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi strategis bersama pemerintah, pelaku industri, institusi, dan berbagai mitra terkait untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berdaya saing," tutup Irianto.