INDUSTRY.co.id - BANDUNG — PT Sokonindo Automobile, Agen Pemegang Merek DFSK di Indonesia, memperkuat penetrasi kendaraan elektrifikasi sekaligus mengoptimalkan kapabilitas manufaktur dalam negeri. Langkah tersebut dilakukan seiring ekspansi DFSK E5 Plus, SUV plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), ke pasar Jawa Barat.

Setelah diperkenalkan di Palembang dan Medan, DFSK membawa E5 Plus ke Bandung melalui Regional Launch di Summarecon Mall Bandung pada 8–13 September 2026. Ekspansi ini tidak sekadar menjadi strategi penjualan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya DFSK memperluas pasar kendaraan elektrifikasi yang diproduksi dengan dukungan fasilitas manufaktur di Indonesia.

Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin mengatakan Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pasar E5 Plus.

“Setelah Palembang dan Medan, kami membawa E5 Plus ke Bandung karena kami melihat potensi pasar yang sangat kuat di Jawa Barat. Konsumen Bandung memiliki ekspektasi tinggi terhadap teknologi, kualitas, dan pengalaman berkendara. Kami hadir dengan E5 Plus untuk menjawab ekspektasi tersebut dan menunjukkan kemampuan DFSK di segmen premium,” ujar Cing Hok.

Dari sisi industri, salah satu modal yang diandalkan DFSK adalah fasilitas manufaktur PT Sokonindo Automobile di Cikande, Serang, Banten. Pabrik tersebut telah menerapkan konsep Manufacturing 4.0 dengan penggunaan teknologi otomasi dan robotik pada sejumlah tahapan produksi.

Sokonindo memiliki fasilitas Stamping, Welding, Painting, dan Assembling Workshop. Tingkat otomasi di Stamping Workshop telah mencapai 95%, sedangkan Painting Workshop mencapai 90%. Pengembangan fasilitas tersebut diarahkan untuk meningkatkan presisi, kualitas dan konsistensi kendaraan yang diproduksi.

DFSK juga memperkuat pengendalian kualitas melalui End-of-Line (EOL) inspection dan proses final check yang terintegrasi. Penguatan sistem produksi dan quality control menjadi penting di tengah meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas kendaraan, khususnya pada segmen kendaraan elektrifikasi.

Kapabilitas pabrik di Cikande juga telah digunakan untuk mendukung pasar internasional. Prototype dari fasilitas produksi Indonesia telah diekspor ke Vietnam, sementara produk DFSK Super Cab telah dipasarkan ke kawasan Timur Tengah.

Dengan demikian, fasilitas manufaktur Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga mulai berperan dalam mendukung rantai pasok dan kebutuhan pasar ekspor DFSK.

Di sisi produk, E5 Plus menjadi salah satu kendaraan yang membawa strategi elektrifikasi DFSK ke pasar Indonesia. Teknologi PHEV pada SUV tersebut mengombinasikan motor listrik dan mesin bensin dalam satu sistem, sehingga konsumen dapat menggunakan tenaga listrik untuk aktivitas harian dan mesin bensin untuk perjalanan yang lebih jauh.

E5 Plus mengusung baterai berkapasitas 25,3 kWh dan memiliki kapasitas enam penumpang dengan konfigurasi captain seat. Untuk memperluas penetrasi pasar, DFSK menawarkan E5 Plus dengan harga khusus Rp498 juta OTR Bandung selama periode regional launch.

Perluasan pasar juga ditopang jaringan distribusi dan layanan purnajual. Di Bandung, DFSK menggandeng PT Siloam Motor yang telah menjadi mitra sejak 2019. Dealer DFSK Bandung di Jalan BKR No. 114, Ancol, Kecamatan Regol, Kota Bandung, mengusung fasilitas 3S, yakni sales, service dan spare parts.

Ekspansi E5 Plus ke Jawa Barat pada akhirnya menjadi bagian dari strategi DFSK untuk mempertemukan pengembangan produk elektrifikasi dengan kapasitas industri otomotif di dalam negeri. Dengan dukungan fasilitas Manufacturing 4.0 dan jaringan distribusi yang diperluas, Sokonindo berupaya memperbesar kontribusi basis produksi Indonesia terhadap pertumbuhan bisnis DFSK di pasar domestik maupun internasional.