INDUSTRY.co.id - Subang - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan fasilitas produksi PT BYD Motor Indonesia di Subang, Jawa Barat. Menperin Agus menyebut peresmian ini sebagai momentum strategis untuk menggeser industri kendaraan listrik nasional dari fase pertumbuhan pasar menuju penguatan basis manufaktur dan pendalaman struktur industri di dalam negeri.
“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BYD atas kepercayaan dan komitmennya untuk berinvestasi serta mengembangkan kegiatan manufaktur kendaraan listrik di Indonesia,” kata Menperin Agus di Subang, Kamis (3/9/2026).
Menperin Agus juga menyampaikan bahwa kinerja industri manufaktur nasional terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32% pada triwulan II 2026, di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29%. Capaian ini merupakan yang pertama dalam 14 tahun terakhir, di mana pertumbuhan manufaktur melampaui pertumbuhan ekonomi.
Di sisi pasar, populasi kendaraan listrik di Indonesia telah mencapai sekitar 486 ribu unit hingga April 2026. Penjualan Battery Electric Vehicle atau BEV pada semester I 2026 mencapai 70 ribu unit dengan pangsa pasar 16%.
Untuk memastikan investasi EV memberikan dampak ke dalam negeri, Menperin Agus mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal melalui target Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN bertahap, yakni minimal 40% pada 2026, 60% pada 2027-2029, dan 80% mulai 2030. Selain itu, pemerintah juga mengkaji skema insentif berbasis capaian TKDN.
“Peresmian fasilitas produksi BYD Indonesia bukan sekadar beroperasinya sebuah pabrik baru. Ini merupakan momentum untuk memperkuat basis manufaktur, memperdalam struktur industri, serta membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin terintegrasi,” pungkas Menperin Agus.
Turut hadir dalam peresmian tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta jajaran Direksi BYD Indonesia.