Menperin: Pemerintah Alokasikan Rp500 Juta untuk Vokasi Sektor Industri

Oleh : Ridwan | Kamis, 27 Juli 2017 - 18:34 WIB

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar beserta para Dewan Pengurus HKI
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar beserta para Dewan Pengurus HKI

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta per SMK untuk menambah peralatan praktik terbaru, untuk mendukung program vokasi industri yang "link and match" antara pendidikan vokasi dengan dunia industri.

"Mekanisme insentif sedang dibahas untuk Tahun Anggaran 2018," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui pesan singkat diterima di Jakarta, Kamis (27/7/2017)

Airlangga menyampaikan, salah satu mekanisme yang sedang dikaji adalah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Provinsi.

"Prosesnya masih dibahas dengan Kementerian Keuangan, sudah diajukan oleh Kemenperin," tambah AIrlangga.

Adapun sekolah yang akan mendapat alokasi anggaran tersebut adalah SMK yang ikut dalam program vokasi industri.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meresmikan program vokasi industri yang "link and match" antara pendidikan vokasi dan kebutuhan dunia industri yang digagas Kementerian Perindustrian, pada Jumat (28/7).

"Pada tahap ketiga ini, kami akan melibatkan sebanyak 140 perusahaan dengan 409 SMK," kata Airlangga.

Dalam kegiatan tersebut, akan dilakukan penandatanganan sebanyak 780 perjanjian kerja sama karena beberapa SMK dibina oleh lebih dari satu industri, sesuai dengan program keahlian yang dimiliki.

"Pada 2019, kami menargetkan program pendidikan vokasi industri ini akan melibatkan sebanyak 1.775 SMK dan 355 perusahaan dengan perkiraan jumlah lulusan tersertifikasi yang dihasilkan sebanyak 845.000 orang," tutur Airlangga.

Sejauh ini, Kemenperin telah meluncurkan program pendidikan vokasi yang link and match antara SMK dengan industri untuk wilayah Jawa Timur serta wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Hingga tahap kedua, kami sudah memfasilitasi kerja sama sebanyak 166 perusahaan dengan 626 SMK," sebut Airlangga. Program ini akan terus diluncurkan ke seluruh provinsi di Indonesia.

Karena pembangunan industri di Indonesia berbasis kewilayahan, maka pengembangan SMK-nya juga berbasis kewilayahan.

"Untuk itu, kami pun mengharapkan dukungan dan partisipasi yang kuat dari pemerintah daerah baik itu kabupaten/kota maupun provinsi," paparnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gojek Jadi Salah Satu Merek Paling Terkenal versi Superbrand 2017

Minggu, 05 April 2020 - 01:28 WIB

Lewat Voucher, Gojek Dukung Para Pahlawan Tenaga Kesehatan Covid-19

Komitmen Gojek mendukung ujung tombak tenaga kesehatan (nakes) sebagai garda terdepan pada masa pandemi COVID-19 kembali ditunjukkan.

Work From Home bagi ASN

Minggu, 05 April 2020 - 00:10 WIB

Ini Alternatif Tips Hilangkan Rasa Bosan Bekerja atau Belajar dari Rumah

Kerja dan Belajar dari Rumah (work from home, school from home) menjadi tren global beberapa waktu terakhir ini.

Kampung Astra Berseri di pulau Pramuka

Sabtu, 04 April 2020 - 23:05 WIB

Sampah Dilautan Semakin Meresahkan, Astra Gelorakan Semangat Pulauku Nol Sampah Lewat KBA

Astra mengajak masyarakat luas untuk bersamasama mengurangi pemakaian plastik sekali pakai melalui sebuah gerakan sosial Semangat Kurangi Plastik. Gerakan tersebut salah satunya dilakukan oleh…

Rupiah (Foto/Rizki Meirino)

Sabtu, 04 April 2020 - 22:05 WIB

Optimalkan Aset Wakaf Bagi Orang Berekonomi Lemah

Kementerian Agama minta Badan Wakaf Indonesia (BWI) menggerakkan wakaf uang melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).

Tunaikan zakat 2,5 % harta anda (Foto:sharinghappiness.org)

Sabtu, 04 April 2020 - 21:54 WIB

Sebentar Lagi Ramadhan Cepat Keluarkan Zakat

Menteri Agama mendorong Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) untuk mempercepat pembayaran dan pendistribusian zakat harta (mal) ke masyarakat.