INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus fokus mendukung dan mendorong perusahaanperusahaan di Indonesia agar lebih maju dan berkembang melalui pendanaan di pasar modal.

Advertisement

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani mengatakan, banyak perusahaan memiliki potensi besar untuk melakukan Initial Public Offering (IPO), sehingga perusahaan itu bisa mendapatkan pembiayaan alternatif selain dari perbankan.

"Kami dari Kadin, akan mendorong perusahaan-perusahaan yang berpotensial. Selain itu, bukan hanya meningkatkan jumlah emiten saja, akan tetapi kami juga akan mendorong investor yang ada di Indonesia untuk berinvestasi di bursa," ungkap Rosan di Jakarta (25/7/2017).

Advertisement

Rosan menambahkan, pasar modal Indonesia perlu meningkatkan tidak hanya jumlah emiten tetapi juga investor bursa. Pasalnya, Investor yang sudah terdaftar di bursa jumlahnya masih di bawah 500.000 orang, ditambah dengan obligasi dan reksadana yang diperkirakan mencapai 1.000.000 orang. Akan tetapi jumlah tersebut masih dinilai kecil, jika dibandingkan dengan angka jumlah penduduk indonesia.

Di sisi lain, Kebutuhan dunia usaha terhadap permodalan cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun seiring dengan semakin meningkatnya aktivitas produksi yang dibutuhkan oleh perusahaan. "Pinjaman dari perbankan memang masih menjadi pilihan utama sebagian besar perusahaan, namun tingkat suku bunga dasar yang fluktuatif membuat perusahaan membutuhkan opsi pendanaan lainnya," katanya.

Advertisement

Pasar modal sendiri sudah cukup lama dikenal sebagai wahana untuk memperoleh pendanaan bagi perusahaan. Sayangnya sampai saat ini, perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pendanaan masih tersentral di Jakarta dan sekitarnya emiten asal Jakarta menguasai sekitar 88,76% kapitalisasi pasar di BEI.

Disisi lain, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Erik Hidayat menilai, masih belum meratanya akses informasi tentang pasar modal di lingkup perusahaan menjadi salah satu penyebab masih banyaknya perusahaan yang belum melakukan IPO.

Advertisement

"Kami harapkan BEI akan memberikan pemahaman dan konsultasi teknis mengenai proses go public melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi seperti ini. Kita harapkan banyak perusahaan yang berminat dan jumlah perusahaan tercatat di BEI bisa terus meningkat," ungkap Erik.

Dia mengatakan, perlu lebih banyak edukasi dan sosialisasi dari regulator untuk memperkenalkan keuntungan dan manfaat IPO bagi perusahaan di Indonesia.

"Kadin adalah sumber untuk mendapatkan emiten. Yang penting adalah penyuluhan karena banyak yang belum memahami manfaat masuk ke pasar modal," ungkap Erik.

Menurutnya, perusahaan swasta juga perlu disosialisasikan insentif-insentif yang akan diperoleh jika melepas sahamnya di pasar modal Indonesia. Hal seperti ini akan menjadi daya tarik bagi perusahaan.

Potensi anggota Kadin yang bisa menjadi perusahaan publik cukup tinggi. Namun persepsi sulitnya masuk bursa menjadi hambatan anggota Kadin untuk masuk ke pasar modal. Pihaknya berharap ke depan, masalah seperti ini dapat segera diatasi.