INDUSTRY.co.id, Jakarta-Kecelakaan yang terjadi di tempat kerja khususnya di lingkungan industri sangat tidak terelakkan. Berbagai bentuk kecelakaan industri mungkin terjadi dan hal tersebut mengancam keselamatan manusia.
Penggunaan alat pelindung diri di sini dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bahkan mencatat, sejak Januari-November 2022, jumlah kecelakaan kerja di Indonesia tercatat hingga 265.334 kasus. Jumlah tersebut naik 13,26% dibandingkan sepanjang tahun 2021 yang sebesar 234.270 kasus.
Merespon angka kecelakaan kerja yang cukup tinggi ini, Widya Robotics melakukan pengembangan teknologi artificial intelligence atau AI dalam mengatasi permasalahan keselamatan kerja ini.
Tri Yunianta selaku VP of Technology dari Widya Robotics menyampaikan “Vision Intelligence atau yang kami singkat sebagai VI merupakan teknologi AI Engine yang dapat mengenali dan mengidentifikasi berbagai macam objek secara visual melalui kamera baik kamera CCTV, smartphone, dan berbagai jenis kamera lainnya. Objek yang dapat dideteksi sendiri sangat beragam meliputi alat pelindung diri yang digunakan pekerja.”
Teknologi AI yang dikembangkan khusus untuk permasalahan ini adalah sistem pengawasan menggunakan media kamera CCTV untuk mendeteksi kelengkapan alat pelindung diri (APD) dari pada pekerja di lapangan. Teknologi ini dapat dipantau secara realtime oleh manajemen QHSE (Quality, Health, Safety and Environment) melalui dashboard/software yang dipasang pada komputer.
Alat deteksi QHSE dengan AI dari Widya Robotics dapat mendeteksi alat pengaman diri seperti masker, helm, kacamata safety, rompi dan body harness, sarung tangan hingga sepatu safety. Tidak hanya itu, teknologi AI ini juga bisa mendeteksi apapun sesuai kebutuhan karena dasar dari komputasi dari teknologi AI adalah image processing sehingga jika ada penambahan objek atau alat pengaman tambahan juga dapat dideteksi. Saat ini Ai dari Widya Robotics telah digunakan oleh di beberapa perusahaan BUMN maupun swasta di Indonesia.
“Meningkatnya jumlah pembangunan di Indonesia sejalan dengan kebutuhan teknologi pendukung AI untuk QHSE Monitoring saat ini. Kami mengembangkan teknologi ini karena produk buatan dalam negeri di bidang Artificial Intelligence khususnya yang dikembangkan oleh Widya Robotics bisa bersaing memenuhi kebutuhan tersebut, bahkan dengan biaya yang lebih murah”.
Selain dipasang di CCTV, alat ini ditempatkan di area pintu masuk fasilitas umum, seperti yang sudah digunakan di stasiun MRT, proyek konstruksi, gedung perkantoran, dll. Tri juga menambahkan selain di bidang konstruksi sektor yang bisa menggunakan teknologi ini diantaranya adalah manufaktur, kesehatan, pencegahan bencana, dan masih banyak lagi.. Dengan alat ini, pengecekan alat pelindung diri yang biasanya dilakukan satpam tidak lagi menyita waktu lama sehingga tidak menjadikan antrian yang panjang. Petugas pengecekan di lobby atau pintu masuk fasilitas umum bisa kembali fokus kepada tugas utamanya seperti menjaga keamanan.
Setelah perusahaan menggunakan teknologi ini, selain menekan resiko kecelakaan pada industri, diharapkan mereka mampu meningkatkan produktivitas dan atau mengurangi biaya operasional maupun produksi, pungkasnya.
“Pada tanggal 14 Juli nanti, Widya Robotics berkesempatan untuk mengisi seminar terkait keselamatan kerja di Industri. Selain dari Widya Robotics, nantinya akan ada pembicara yang expert di bidang QHSE, yaitu Bapak Juniar Bakti dari PT PP. Acaranya akan berlangsung di Grand City Convention & Exhibition Centre, Surabaya.” Tutup Tri.