INDUSTRY.co.id - Jakarta- Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Desa Cegah Narkoba mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai garda terdepan pemberantasan narkoba di Indonesia, untuk segera mengembangkan temuan dari tim gabungan yang berhasil menggagalkan penyelundupan satu ton sabu dari Tiongkok

Advertisement

Jika satu ton shabu digagalkan, artinya bisa lebih lima juta orang terselamatkan. "Jika untuk 1 gram sabu saja, itu dapat membuat 5 orang tidak sadarkan diri. Maka, bisa dibayangkan berapa orang yang teler dari satu ton," ujar Sultan Najamudin, Ketua LSM Desa Cegah Narkoba, mengenai kasus penyelundupan satu ton sabu di Pantai Anyer, Serang, Banten.

Sultan Najamudin sebagai Ketua Desa Cegah Narkoba menyebutkan, selain keberhasilan aparat, ini sebagai "alarm" serius kepada semua elemen bangsa soal darurat narkoba.

Advertisement

Untuk itu, kita perlu sama-sama mencegah masuknya narkoba dari luar negeri, termasuk memantau jika ada jaringan mafia narkoba yang produksi dalam negeri juga harus dipantau. "Ya, bagus. Kawanan penjahat yang melawan, ditumpaskan saja," ujar Sultan Najamudin, yang juga merupakan wakil Pemimpin Redaksi HealhNews, media yang direkomendasi UNODC.

Masih dalam kaitan penyelundupan narkoba, LSM Desa Cegah Narkoba mengingatkan apa yang pernah diingatkan oleh Kepala BNN pada 2016 lalu, bahwa jaringa dari negara itu sudah berhasil meloloskan 250 ton sabu ke negara lain.

Advertisement

"BNN telah mengungkap 807 kasus narkoba dengan 1.238 tersangka yang mereka 1.217 merupakan WNI dan 21 WNA. Untuk kasus Tindakan Pidana Pencucian Uang (TPPU) ada 21 kasus dengan 30 tersangka dan menyita aset sebesar Rp 261.863.413.345," jelas Buwas

Atas keberhasilan operasi tersebut, LSM Desa Cegah Narkoba mengingatkan bahwa BNN harus terus serius menjaga desa dari ancaman bahaya narkoba. Hal ini dikatakan Sultan Najamudin dalam kaitan, peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) 2017 yang jatuh pada Kamis, 13 Juli 2017 lalu di Taman Mini Indonesia Indah.

Advertisement