18 Perusahaan Tiongkok Sektor Logam-Semen-Kawasan Industri Berinvestasi di Indonesia

Oleh : Ridwan | Jumat, 14 Juli 2017 - 08:22 WIB

Dirjen KPAII Harjanto dan Menperin Airlangga Hartarto dalam sebuah kesempatan (Foto Ist)
Dirjen KPAII Harjanto dan Menperin Airlangga Hartarto dalam sebuah kesempatan (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi bagi Tiongkok, demikian disampaikan Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Harjanto.

"Diharapkan, dengan terus meningkatnya investasi Tiongkok di Indonesia, akan pula membawa efek positif bagi peningkatan daya saing industri dalam negeri,” kata Harjanto melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (13/7/2017)

Beberapa investasi Tiongkok di Indonesia yang sudah berjalan antara lain

  1. PT Sulawesi Mining Investment yang bergerak pada bidang pertambangan nikel dengan kapasitas 300.00 ton per tahun dengan nilai invetasi sebesar 636 juta dollar AS di Morowali Industrial Park, Sulawesi Tengah. 

Perusahaan tersebut membangun smelter nikel pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Arc Furnace Rotary Kiln.

  1. PT Virtue dragon Nickel Industry yang bergerak di bidang pengolahan ferronikel di Konawe, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi sebesar 5 miliar dollar AS dengan kapasitas 600.000 ton per tahun.
  2. Anhui Conch Cement Company yang bergerak di bidang industri semen dengan total investasi sebesar USD 5,7 miliar dan kapasitas produksi sebesar 20 juta ton per tahun,” ungkap Harjanto. 

Di Indonesia, Anhui Conch Group akan membangun lima integrated plant dan satu grinding plant di Kalimantan Selatan, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua Barat.

  1. China Communications Constructions Company Ltd. (CCCC) akan turut pula berpartisipasi dalam kerja sama pengembangan kawasan industri di luar Pulau Jawa serta mampu menarik unit-unit usahanya untuk berinvestasi pada sektor manufaktur di Indonesia.

“Pihak CCCC mengakui, Indonesia merupakan mitra potensi yang strategis bagi mereka terutama dalam pengembangan proyek infrastruktur, seperti pembangkit tenaga listrik, jembatan, dan jalur kereta api,” ungkap Harjanto. 

Salah satu unit usaha CCCC, yakni China Harbour telah menyatakan tertarik pada pengembangan kawasan industri di Kuala Tanjung dan kerja sama di sektor pelabuhan.

  6. Tsingshan Group dan Delong Group dengan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pabrik carbon steel di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas mencapai 3,5 juta ton per tahun dan total nilai investasi sebesar 980 juta dollar AS.

  1. Kesepakatan lainnya, ditandatangani pula MoU antara Tsingshan Group dengan Bintang Delapan Group dan PT Indonesia Morowali Industrial Park tentang kerja sama pembangunan pembangkit tenaga listrik di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 700MW dan total nilai investasi sebesar USD650 juta.

Kemudian, sejumlah investor Tiongkok yang tengah menjajaki peluang investasi di Indonesia, antara lain

  1. Zhengzhou Demeter New Energy Technology Co Ltd,
  2. Shandong Water Development Group Co Ltd,
  3. China Meheo dan CEFC Beijing International Energy Company Limited.
  4. Jiangsu Boda Enviromental Protection Co Ltd,
  5. Beijing Huayou International Logistics & Engineering Service Co Ltd,
  6.  Risen Energy Co Ltd.

14  Beijing East Environment Energy Technology Co Ltd,

15. China Power International Development Ltd,

16. Guangdong Guanyeu Highway & Bridge Company Ltd,

17 Louyang Yixin Enviromental Protection Technology Co Ltd

18. HenanRuyangTiancai Textile Co Ltd.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ekspor kerajjinan perhiasan (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 07 April 2020 - 17:45 WIB

Penjualan Anjlok, Industri Perhiasan Ketar-ketir Diserang Covid-19

Data dan informasi dari Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menunjukkan, terjadi penurunan produksi karena berkurangnya permintaan pasar, baik lokal maupun ekspor.

Dolar Singapore (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 07 April 2020 - 17:17 WIB

Cadangan Devisa Tergerus Akhir Maret 2020

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2020 tercatat sebesar 121,0 miliar dolar AS, lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2020 sebesar 130,4 miliar dolar AS.

IPC Salurkan Dana untuk Bantu Tanggulangi Pandemi Covid-19

Selasa, 07 April 2020 - 17:00 WIB

IPC Salurkan Dana untuk Bantu Tanggulangi Pandemi Covid-19

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC memberikan bantuan dana untuk membantu penanggulangan pandemi Corona (Covid-19). Bantuan senilai Rp. 400 juta diserahkan kepada Yayasan BUMN Hadir untuk…

Komunitas Plastik untuk Kebaikan Sumbang Sembako untuk Pemuluang

Selasa, 07 April 2020 - 16:55 WIB

#Komunitas Plastik untuk Kebaikan Sumbang Sembako untuk Pemulung

Salah satu kelompok rentan yang sangat terpengaruh oleh wabah pandemi covid 19 adalah pemulung dan petugas kebersihan. Bukan saja karena penghasilan mereka merosot tajam sebagai akibat kebijakan…

Ojek online sedang mengambil pesanan costumer

Selasa, 07 April 2020 - 16:00 WIB

Masyarakat Antusias Belanja Online di TTIC Kementan

Antrian panjang terlihat dari pintu masuk Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pengunjung yang didominasi oleh driver Gojek ini bergantian masuk ke dalam pasar…