INDUSTRY.co.id - Jakarta- Rotary Jakarta Metropolitan menggelar Medical Fair di Tanah Tinggi, Senen, Jakarta Pusat Sabtu (11/2/2023) dan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Lokasi periksa kesehatan kali ini ada di Tanah Tinggi, Pasar Senen dimana merupakan tempat tinggal para pemulung yang berpenghasilan rata-rata Rp 100.000 setiap tiga hari dari hasil penjualan botol plastik yang mereka kumpulkan. Akibat tempat tinggal yang tidak layak dan kurangnya akses kesehatan, tidak jarang ditemukan orang yang meninggal dengan penyakit yang tidak diketahui, meskipun dugaannya adalah penyakit paru atau TBC.

Advertisement

Beberapa aktivis lokal yang perhatian dengan kondisi hidup para pemulung mengatakan, “Orang di sini memilih untuk menderita sakit daripada berobat ke dokter. Nanti setelah mereka sakit parah, mereka baru cari saya untuk minta pertolongan.”

Menanggapi permasalahan itu, Presiden Rotary Club Jakarta Metropolitan Arry Basuseno mengungkapkan, “Dari kejadian ini, kami melihat perlunya skrining kesehatan terhadap masyarakat terutama untuk TBC yang penularannya cepat dan meluas.”.

Advertisement

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan yang penting di Indonesia dan menimbulkan masalah yang kompleks secara medis dan sosial, ekonomi, dan budaya. Berdasarkan WHO Global TB

Report 2020, Indonesia merupakan negara dengan beban TB tertinggi kedua di dunia.

Advertisement

Sejak tahun 1995 pemerintah telah melakukan pemberantasan penyakit TBC dengan melaksanakan strategi yang direkomendasikan oleh WHO dengan harapan dapat memberikan angka penemuan & kesembuhan yang tinggi untuk menurunkan angka kesakitan & angka kematian akibat penyakit TBC.

Meski demikian, pada prakteknya, pasien dengan penyakit TBC seringkali tidak terobati dikarenakan sedikitnya pengetahuan mengenai penyakit tersebut, rasa malu, atau segan berobat.

Advertisement

Untuk itu, dalam kegiatan Medical Fair hari ini, selain pemeriksaan rontgen paru, Rotary Jakarta Metropolitan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan umum, tes gula darah, USG vaskuler, skrining katarak, dan juga pembagian obat-obatan. Pemeriksaan hari ini hanya dibatasi untuk 250 orang warga pemulung dan sekitar.

Rotary Club Jakarta Metropolitan juga merangkul instansi kesehatan di sekitar tempat tinggal mereka yaitu RSUD dan Puskesmas setempat serta Dukcapil untuk membantu proses pendaftaran warga pemulung yang tidak memiliki akses BPJS. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh team dokter dari RS Hermina dan team dokter dan perawat sukarelawan serta mendapat bantuan dari berbagai korporasi swasta seperti Sinar Mas LDA Maritime, Drago Nickel Technology, Bhumi Varta

Technology, Mercedes Brabus, PT Sasa Inti, Garuda Food, Hokben, Bapak James (Energen Champion), dan masih banyak lagi.

Perihal keikutsertaan Rotary dalam kegiatan ini, District Governor D3410 Rionardi berkata, “Rotary terbuka untuk siapa pun tanpa memandang ras, agama, ataupun jenis kelamin. Selain itu, slogan Rotary sendiri adalah Service Above Self, yaitu memberikan bantuan tanpa pamrih.”

Sejalan dengan komitmen dan kepedulian Rotary Club Jakarta Metropolitan terhadap kesehatan umum serta lingkungan, Rotary Club Jakarta Metropolitan telah banyak menggelar kegiatan sosial seperti operasi bibir sumbing, khitan masal, mobile clinic untuk ibu dan anak. Selain program kesehatan dan kebersihan lingkungan saja, Rotary Club Jakarta Metropolitan juga memberikan perhatian di program pendidikan melalui pemberian beasiswa, pelatihan character building, taman baca, dan lain-lain.

“Kami bersimpati untuk menjangkau mereka supaya warga setempat dapat diarahkan ke tempat pelayanan kesehatan jika akhirnya mereka harus membutuhkan rumah sakit atau puskesmas. Kegiatan yang kita lakukan hari ini adalah merupakan bentuk komitmen penuh untuk membantu warga Indonesia menuju kualitas dan derajad hidup yang lebih baik.”, tambah Presiden Arry