INDUSTRY.co.id - Nganjuk– PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menutup akhir tahun 2022 dengan merampungkan pembangunan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Advertisement

Bendungan ini diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, pada   Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pranawansa, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, serta Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto dan Direktur Utama PT Brantas Abipraya (Persero), Sugeng Rochadi.

Presiden RI Jokowi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bendungan Semantok merupakan bendungan ke-30 yang telah diresmikan sejak tahun 2015 dengan target sekitar 50-60 bendungan di akhir tahun 2024.

Advertisement

“Air adalah kunci, baik untuk pertanian maupun hal-hal lain, listrik, pariwisata, semuanya. Oleh sebab itu semakin banyak bendungan yang kita bangun, kita harapkan produksi pertanian kita semakin baik dan juga kesejahteraan petani juga akan semakin baik.” ungkap Presiden Jokowi.

Bendungan Semantok yang terletak di Dusun Sambikerep, Rejoso, Kab. Nganjuk, Jawa Timur didesain dengan kemampuan menampung volume air total 32,67 juta m3 yang bersumber dari aliran Sungai Semantok.

Advertisement

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Bendungan Semantok memiliki banyak manfaat seperti mampu mereduksi banjir hingga 30% dan mencegah terjadinya kekeringan ketika musim kemarau datang.

“Kehadiran Bendungan juga berfungsi sebagai penyalur air di areal persawahan seluas 1.900 hektar karena pembangunannya sudah dilengkapi dengan jaringan irigasi untuk meningkatkan hasil produksi pertanian berkelanjutan,” jelas Menteri Basuki.

Advertisement

Sementara itu diresmikannya Bendungan Semantok merupakan bukti nyata kontribusi BUMN dalam mendukung ketahanan pangan di Indonesia. Mengutip Antara News 7 Desember 2022, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan BUMN siap berkolaborasi dengan Kementerian lain terhadap siaga pangan untuk antisipasi krisis 2023.

“Ini penting karena kondisi rantai pasok dunia masih terganggu di tahun depan. Karena itu, BUMN harus membantu Kementerian lain, bagaimana mengintervensi kebutuhan pangan yang naik turun. Tetapi tetap dengan penugasan yang jelas, mana orientasi pasar dan mana penugasan yang memang bukan pasar,” jelasnya.

 “Penghargaan yang diraih di antaranya penghargaan atas pelaksanaan Program K3 dengan jam kerja aman tanpa kecelakaan dari Gubernur Jatim 3 tahun berturut turut 2020 - 2022, Penghargaan atas pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 dengan kategori PLATINUM dan yang paling membanggakan yakni Finalist YII Going Digital Awards in Infrastructure 2022, England, United Kingdom,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.