INDUSTRY.co.id - Jakarta – Perbaikan infrastruktur jalan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) mulai memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Salah satunya terlihat pada penanganan Ruas Jalan Tanjung Serdang–Lontar di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang memperlancar distribusi komoditas unggulan sekaligus menekan biaya logistik.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut peningkatan kualitas jalan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat konektivitas wilayah produksi dengan pusat distribusi dan pasar. Dengan akses yang semakin baik, rantai pasok komoditas pangan maupun produk unggulan daerah diharapkan menjadi lebih efisien dan mampu meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan Program Inpres Jalan Daerah dirancang untuk memastikan distribusi komoditas dari sentra produksi menuju pasar berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
"Melalui Program Inpres Jalan Daerah ini, pemerintah memastikan rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir serta menghubungkan langsung wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara jauh lebih efisien dan berkelanjutan. Dampaknya akan langsung terasa di lapangan, waktu tempuh distribusi menjadi lebih singkat, biaya angkut logistik dapat ditekan, serta risiko kerusakan hasil panen selama perjalanan dapat diminimalkan," ujar Dody.
Ruas Jalan Tanjung Serdang–Lontar memiliki peran strategis sebagai jalur distribusi kayu arang, salah satu komoditas ekspor yang diproduksi masyarakat Desa Tanjung Lalak Utara. Perbaikan jalan membuat pengangkutan hasil produksi menuju pelabuhan menjadi lebih cepat sehingga biaya distribusi dapat ditekan dan daya saing komoditas ekspor meningkat.
Selain menopang aktivitas ekspor, ruas jalan tersebut juga terhubung dengan sejumlah simpul transportasi utama, seperti Pelabuhan Tanjung Serdang (ASDP), Pelabuhan dan Bandara PT Indonesia Bulk Terminal, Bandara Gusti Syamsir Alam, Terminal Lontar, serta Dermaga Penyeberangan Tanjung Lalak. Jalan ini juga menjadi akses utama yang menghubungkan lima kecamatan menuju ibu kota Kabupaten Kotabaru.
Konektivitas yang semakin baik juga diproyeksikan mendorong aktivitas ekonomi di sektor perkebunan, perikanan, dan pertambangan yang selama ini menjadi penopang perekonomian Kotabaru. Di sisi lain, akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan seperti Pantai Teluk Tamiang, Pantai Teluk Kemuning, Pantai Teluk Aru, Pantai Nusa Dua, Pantai Sebanti, hingga Pantai Teluk Jagung juga menjadi lebih mudah sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas sektor pariwisata.
Penanganan ruas Jalan Tanjung Serdang–Lontar dilakukan melalui Program Inpres Jalan Daerah Tahun 2025 dengan alokasi anggaran APBN sebesar Rp23,74 miliar. Proyek tersebut mencakup pekerjaan perkerasan jalan menggunakan Lapis Aspal Beton Lapis Aus (HRS-WC) sepanjang 4,5 kilometer dengan lebar enam meter.
Penggunaan lapisan HRS-WC dinilai mampu menghasilkan permukaan jalan yang lebih mulus, kedap air, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap gesekan dan perubahan cuaca. Dengan kondisi jalan yang lebih mantap, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar sekaligus mempercepat akses menuju layanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan pusat-pusat kegiatan ekonomi.
Kementerian PU menyebut pelaksanaan proyek ini merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang mendukung kesiapan lahan serta penyediaan Detail Engineering Design (DED). Program tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah dalam Mendukung Swasembada Pangan dan Energi, yang diarahkan untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.