INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri kreatif Indonesia memasuki fase baru seiring resmi tercatatnya saham PT RANS Entertainment Indonesia Tbk ("RANS" atau "Perseroan") di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah ini menandai transformasi RANS dari perusahaan media dan hiburan berbasis kreator (creator-based venture) menjadi perusahaan publik yang membawa konsep pengembangan intellectual property (IP) bernilai komersial ke pasar modal Indonesia.
Dalam penawaran umum perdana saham (IPO), Perseroan menawarkan sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga penawaran Rp170 per saham, RANS berhasil menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar.
Perdagangan perdana saham RANS dibuka dengan kinerja yang positif. Tingginya antusiasme investor telah terlihat sejak masa penawaran umum, ketika IPO Perseroan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).
Hampir satu juta investor mengikuti proses pemesanan saham, mencerminkan besarnya kepercayaan pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan.
Dana hasil IPO akan diarahkan untuk mempercepat strategi ekspansi dan pertumbuhan bisnis Perseroan. Sekitar 37,61% atau Rp161,5 miliar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser.
Sebanyak 19,80% atau Rp85 miliar digunakan untuk mengakuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia.
Kemudian 18,64% atau Rp80 miliar dialokasikan bagi pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland.
Selanjutnya, 8,15% atau Rp35 miliar akan digunakan sebagai investasi pada perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence bersama PT Feedloop Global Teknologi.
Perseroan juga mengalokasikan 6,98% atau Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, sementara 8,82% atau Rp37,8 miliar akan memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.
Didirikan pada 2016 dari sebuah garasi rumah, RANS memulai perjalanan sebagai kanal konten digital yang tumbuh dari keseharian keluarga.
Dalam waktu kurang dari satu dekade, perusahaan berkembang menjadi creator-based venture yang mengubah kreativitas dan basis audiens menjadi intellectual property serta berbagai lini bisnis bernilai komersial.
Kepercayaan lebih dari 300 brand yang telah bekerja sama menjadi salah satu indikator pertumbuhan tersebut.
Kini, RANS membangun ekosistem usaha yang meliputi media hiburan digital, pengembangan intellectual property, produk konsumen, kolaborasi periklanan merek, hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), dengan dukungan ratusan talenta profesional sebagai fondasi pertumbuhan Perseroan.
Pencatatan saham di BEI menjadi lebih dari sekadar aksi korporasi. Momentum ini merepresentasikan perubahan lanskap industri kreatif Indonesia yang tidak lagi berhenti pada penciptaan konten dan pembangunan audiens, melainkan bergerak menuju pengembangan intellectual property yang mampu menghasilkan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
Melalui IPO ini, RANS ingin menunjukkan bahwa perusahaan yang lahir dari creator economy memiliki peluang untuk berkembang menjadi institusi bisnis yang profesional, transparan, dan akuntabel tanpa meninggalkan kreativitas sebagai identitas utamanya.
“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap perjalanan RANS dapat menjadi salah satu contoh bahwa hal tersebut bukan hanya mungkin, tetapi dapat diwujudkan.” ucap Nagita Slavina, selaku Direktur Utama RANS.
Sejalan dengan visi tersebut, Perseroan menegaskan bahwa kreativitas tidak berhenti pada penciptaan konten maupun tingginya engagement audiens.
Nilai yang lebih besar lahir ketika ide kreatif berkembang menjadi intellectual property yang dapat dikomersialisasikan, diperluas ke berbagai sektor usaha, dan menghasilkan sumber pertumbuhan jangka panjang.
Dana hasil IPO diharapkan menjadi akselerator bagi strategi tersebut, terutama dalam memperkuat pengembangan intellectual property, memperluas sumber pendapatan berbasis IP, serta menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Raffi Ahmad, Pendiri RANS, menambahkan, "Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia. Kepercayaan publik adalah amanah yang akan terus kami jaga melalui tata kelola yang baik dan pertumbuhan yang berkelanjutan."
Transformasi RANS dari seorang creator menjadi perusahaan publik diharapkan dapat membuka jalan bagi semakin banyak pelaku industri kreatif Indonesia untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.
Perseroan meyakini bahwa kreativitas tidak hanya mampu melahirkan karya, tetapi juga institusi yang bertahan, terus berkembang, serta memberikan dampak ekonomi bagi generasi berikutnya.