INDUSTRY.co.id - Jakarta, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), perusahaan penyedia solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi, resmi memasuki tahap akhir menuju pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Dalam aksi korporasi ini, Perseroan menawarkan sebanyak 615 juta saham baru atau setara 15,06% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO, dengan kisaran harga penawaran Rp400 hingga Rp500 per saham. Melalui penawaran tersebut, BACH berpotensi menghimpun dana hingga Rp307,5 miliar.
Langkah strategis ini menjadi tonggak penting bagi Perseroan untuk mempercepat ekspansi usaha, khususnya pada sektor penyediaan energi dan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas digital serta keandalan pasokan listrik di Indonesia.
Dari sisi fundamental, BACH mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat sepanjang tahun buku 2025.
Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp1,73 triliun, meningkat hampir 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba bersih melonjak 97,5% menjadi sekitar Rp155 miliar. Peningkatan tersebut turut mendorong margin laba bersih naik menjadi 9%, dibandingkan 6,3% pada tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada lini bisnis penjualan genset yang meningkat lebih dari 93% secara tahunan. Selain itu, bisnis penyewaan genset mencatat lonjakan lebih dari 1.200%.
Di saat yang sama, segmen jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi tetap menjadi salah satu kontributor utama pendapatan Perseroan melalui model bisnis berbasis kontrak jangka panjang yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, BACH kini telah mengelola lebih dari 40.000 site, mendistribusikan lebih dari 20.000 unit genset, serta melayani lebih dari 200 pelanggan korporasi dari berbagai sektor strategis, mulai dari telekomunikasi, perbankan, energi hingga instansi pemerintah.
Perseroan juga dipercaya oleh berbagai perusahaan besar seperti Grup Protelindo, PLN Group, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Huawei, dan Indosat Ooredoo Hutchison.
Sebagai perusahaan yang memiliki dua lini bisnis utama, BACH mengintegrasikan bisnis penjualan dan penyewaan genset dengan jasa konstruksi serta pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi.
Sinergi kedua lini usaha tersebut menciptakan diversifikasi sumber pendapatan sekaligus memperkuat stabilitas bisnis melalui kontrak jangka panjang dan recurring revenue yang menjadi salah satu keunggulan utama Perseroan.
Adapun dana hasil IPO akan dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Sekitar 70% dana akan dialokasikan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan.
Sementara sekitar 30% sisanya akan digunakan untuk membayar sebagian pinjaman bank, sehingga memperkuat struktur permodalan sekaligus menurunkan tingkat leverage Perseroan.
Ke depan, BACH menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi manajemen, pendapatan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030, dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 12% per tahun.
Pada periode yang sama, laba bersih diproyeksikan melonjak hingga sekitar Rp401 miliar atau meningkat sekitar 158%, didukung oleh ekspansi bisnis power solution, peningkatan proyek infrastruktur telekomunikasi, efisiensi operasional, serta penurunan beban keuangan setelah IPO.
Untuk mewujudkan target tersebut, Perseroan akan memfokuskan strategi pada penambahan kapasitas penyewaan pembangkit listrik hingga 50 MW per tahun, pengembangan lini bisnis energi baru, peningkatan proyek pembangunan jaringan telekomunikasi, penguatan pendapatan berbasis kontrak jangka panjang, serta transformasi operasional melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.
Dengan fundamental yang terus menguat, pertumbuhan laba yang signifikan, model bisnis berbasis pendapatan berulang, serta prospek industri energi dan telekomunikasi yang masih menjanjikan, PT Bach Multi Global Tbk optimistis IPO ini akan menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi perusahaan sebagai salah satu pemain infrastruktur terintegrasi yang berdaya saing tinggi di Indonesia, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemegang saham.