INDUSTRY.co.id - Ankara, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P. Roeslani menyambut baik negosiasi IT-CEPA yang dianggapnya sangat produktif dan menjadi terobosan berarti bagi dunia usaha.
"Selama ini dunia usaha khususnya di Indonesia terkendala tarif perdagangan yang membuat semakin tidak kompetitif," ungkap Rosan melalui keterangan tertulisnya saat mendampingi Presiden Joko Widodo dan menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita dalam acara Indonesia Turki Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA) di Ankara, Turki (6/7/2017).
Ia menambahkan, tarif ini membuat kita tidak kompetitif, kalau ini bisa dihapuskan akan sangat membantu kami. Kita juga bisa meningkatkan volume perdagangan kemudian dunia usaha makin berkembang sehingga penyerapan tenaga kerja makin tumbuh. "Ini dampaknya akan sangat luas," terangnya.
Sebelumnya, dalam negosiasi IT-CEPA, Indonesia melalui Kementerian Perdagangan akan menghapus hambatan perdagangan dengan Turki termasuk menghilangkan bea masuk tarif ekspor dan impor untuk beberapa komoditas yang disepakati kedua negara.
Seperti diketahui, perdagangan Indonesia dengan Turki pada tahun 2016 mencapai USD 1,3 miliar atau turun 14 persen. Di sisi lain Malaysia meningkat 49,11 persen. Salah satu penyebab menurunnya ekspor ke Turki adalah tarif bea masuk yang diterapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Indonesia juga menyempatkan diri bertemu dengan para pengusaha Turki untuk membicarakan potensi kerja sama yang akan digarap oleh kedua negara.
Lebih lanjut Rosan mengungkapkan, potensi kerja sama yang akan digarap dunia usaha di antaranya investasi di bidang power plant dan wisata bahari terutama pembangunan dermaga bertaraf internasional.
"Kita akan melihat potensi pembangunannya di beberapa titik seperti misalnya di NTB, NTT, dan beberapa spot yang lain," pungkasnya.