INDUSTRY.co.id - Jakarta - Penguatan industri manufaktur dinilai dapat membantu Indonesia keluar dari jerat status negara berpenghasilan menengah (middle income trap) dan tumbuh sebagai negara berpendapatan tinggi atau maju pada 2045.
Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberi paparan secara virtual pada sesi Pemerintah Mendengar di Indonesia Development Forum di Jimbaran, Badung, Bali (22/11).
"Harapan kita semua, manufaktur bisa menjadi penggerak utama perekonomian, sehingga kita bisa sesegera mungkin lulus dari middle income trap," kata Menperin dikutip Antara.
Dijelaskan Agus, kinerja industri manufaktur Indonesia hingga saat ini menunjukkan kinerja sangat menjanjikan.
Hal ini terlihat dari Purchasing Manager's Index (PMI) industri manufaktur di Indonesia mencapai angka 51,8 poin. Angka tersebut melanjutkan tren angka PMI di atas 50 selama 12 bulan berturut-turut.
"Tren tersebut menunjukkan bahwa industri manufaktur RI tengah berekspansi," terangnya.
Lebih lanjut, Menperin Agus menyampaikan, sektor industri pengolahan nonmigas saat ini menjadi yang paling banyak berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 16,10 persen, sementara pertumbuhan sektor itu pada triwulan III-2022 mencapai 4,88 persen secara year-on-year (yoy).
“Selaras dengan itu, industri alat angkutan dan industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik tumbuh sebesar 10,26 persen dan 12,56 persen secara yoy. Indikator pertumbuhan itu memberi optimisme untuk sektor industri manufaktur,” tutur Menperin.
Oleh karena itu, Menperin Agus mendukung upaya Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkuat industri manufaktur untuk transformasi ekonomi nasional sehingga Indonesia dapat lepas dari middle income trap.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam sambutannya di acara puncak Indonesia Development Forum (IDF) 2022 menyampaikan bahwa industri di Indonesia perlu menggunakan paradigma baru, yang di antaranya meningkatkan kompleksitas dan keterhubungan, serta menjadikan industri cepat beradaptasi dengan permintaan dan kebutuhan pasar.
Oleh karena itu, Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan BUMN dan perguruan tinggi meluncurkan dua inisiatif, yaitu Peta Jalan Pengembangan Ekosistem Industri Kerdigantaraan 2022–2045 yang dibuat bersama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta Rencana Induk Pengembangan Industri Digital Indonesia 2023–2045 yang dibuat bersama PT Telkom Indonesia.