INDUSTRY.co.id-Jakarta-Media Asuransi dapat kembali menyelenggarakan pemberian penghargaan Insurance Award secara offline tahun ini, setelah dua tahun (2020 dan 2021) acara Insurance Award diadakan secara virtual.

Advertisement

Tahun 2022 ini memberikan penghargaan kepada 44 perusahaan asuransi terbaik berdasarkan kinerja keuangan tahun 2021. Penghargaan yang diserahkan kepada 44 perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi dan asuransi yariah full fledged juga unit usaha syariah (UUS).

Untuk pertama kalinya Media Asuransi memberikan penghargaan kepada asuransi dan reasuransi yang berbentuk UUS.

Advertisement

Pemimpin Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) Mucharor Djalil menyampaikan bahwa tahun 2022 ini ada 18 kategori atau kelompok yang menerima Insurance Award 2022 Media Asuransi, sebanyak 44 perusahaan penerima Best Insurance Award 2022. Yang terdiri dari perusahaan asuransi jiwa, perusahaana asuransi umum, perusahaan reasuransi.

Kemudian ada perusahaan asuransi syariah full fledged yaitu perusahaan asuransi jiwa syariah, perusahaan umum syariah, dan perusahaan reasuransi syariah.

Advertisement

Dan yang menarik untuk tahun ini adalah Unit Usaha Syariah (UUS) diputuskan oleh Dewan Juri Insurance Award 2022 mendapat Best Insurance Award 2022, yaitu Unit Usaha Syariah Asuransi Jiwa, Unit Usaha Asuransi Syariah Asuransi Umum, dan Unit Usaha Syariah Reasuransi.

Ada 132 perusahaan asuransi dan reasuransi serta 44 UUS asuransi dan reasuransi yang diperingkat oleh Media Asuransi tahun 2022 ini. Jumlah terbanyak adalah asuransi umum yakni 67 perusahaan, disusul asuransi jiwa 47 perusahaan, kemudian 13 perusahaan asuransi dan reasuransi syariah, serta 5 perusahaan reasuransi.

Advertisement

Sedangkan untuk UUS terdiri dari 23 UUS asuransi jiwa, 19 UUS asuransi umum, dan 2 UUS reasuransi. Jumlah perusahaan yang diperingkat menurun dibandingkan pada pemeringkatan tahun lalu, yakni 136 perusahaan. Penurunan ini disebabkan adanya perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan untuk diperingkat, karena beberapa perusahaan terlambat mempublikasikan laporan keuangannya, serta ada yang sudah mempublikasikan laporan keuangan namun ekuitasnya kurang dari Rp100 miliar atau RBC kurang dari 120 persen.

Berikut daftar Perusahaan Asuransi Terbaik 2022 Berdasar Kinerja Keuangan 2021

Best Life Insurance 2022 dengan Ekuitas Rp4 Triliun ke Atas

PT Asuransi BRI Life

PT Prudential Life Assurance

PT Panin Dai-ichi Life

Best Life Insurance 2022 dengan Ekuitas Rp1,25 Triliun – Rp4 Triliun

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia

PT AXA Mandiri Financial Services

PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya

Best Life Insurance 2022 dengan Ekuitas Rp500 Miliar - Rp1,25 Triliun

PT Asuransi Jiwa Astra

PT Great Eastern Life Indonesia

PT Sun Life Financial Indonesia

Best Life Insurance 2022 dengan Ekuitas di Bawah Rp500 Miliar

PT Perta Life Insurance

PT Pacific Life Indonesia

PT Victoria Alife Indonesia

Best General Insurance 2022 dengan Ekuitas Rp1,5 Triliun ke Atas

PT Asuransi Multi Arta Guna, Tbk

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk

PT Asuransi Bina Dana Arta, Tbk

Best General Insurance 2022 dengan Ekuitas Rp1 Triliun - Rp1,5 Triliun

PT Asuransi Tokio Marine Indonesia

PT BRI Asuransi Indonesia

PT Asuransi MSIG Indonesia

Best General Insurance 2022 dengan Ekuitas Rp500 Miliar-Rp1Triliun

PT Lippo General Insurance, Tbk

PT Great Eastern General Insurance Indonesia

PT Asuransi Umum BCA

Best General Insurance 2020 dengan Ekuitas Rp300 Miliar – Rp500 Miliar

PT Asuransi Simas Insurtech

PT Asuransi Umum Mega

PT Asuransi Maximus Graha Persada, Tbk

Best General Insurance 2020 dengan Ekuitas Rp200 Miliar – Rp300 Miliar

PT Asuransi Candi Utama

PT Asuransi Artarindo

PT Meritz Korindo Insurance

Best General Insurance 2020 dengan Ekuitas Rp100 Miliar – Rp200 Miliar

PT Avrist General Insurance

PT Asuransi Bhakti Bhayangkara

PT Asuransi Harta Aman Pratama, Tbk

Best Reinsurance 2020

PT Reasuransi Nusantara Makmur

PT Reasuransi Maipark Indonesia

PT Tugu Reasuransi Indonesia

Best Sharia Life Insurance (full fledged) 2022

PT Asuransi Takaful Keluarga

Best Sharia General Insurance (full fledged) 2022

PT Zurich General Takaful Indonesia Best Sharia Rensurance (full fledged & UUS) 2022

PT Reasuransi Nusantara Makmur

Best Sharia Life Insurance (UUS) 2022 dengan Ekuitas Rp250 ke Atas

PT Asuransi Simas Jiwa

PT Great Eastern Life Indonesia

Best Sharia General Insurance (UUS) 2022 dengan Ekuitas Rp100 Miliar ke Atas

PT Asuransi Umum Mega

PT Asuransi Tri Pakarta

Best Sharia General Insurance (UUS) 2022 dengan Ekuitas Rp25 Miliar-Rp100 Miliar

PT BRI Asuransi Indonesia

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia, Tbk

Kinerja Asuransi Jiwa 2021

Pertumbuhan industri asuransi jiwa 2020-2021 berdasar LRMA menunjukkan bahwa pendapatan premi neto tumbuh tipis 11,80 persen, dari Rp159,89 triliun per Desember 2020 menjadi Rp178,75 triliun di 2021. Indikator keuangan pada ekuitas lebih baik dari 2020, yang bertumbuh sebesar 16,02 persen dari Rp108,56 triliun meningkat diangka Rp125,96 triliun di 2021. Investasi juga naik 9,68 persen dari Rp474,30 triliun menjadi Rp520,22 triliun di 2021.

Sedangkan, aset mengalami kenaikan 10,53 persen dari Rp529,85 triliun per Desember 2020 ke angka Rp584,91 triliun per Desember 2021.

Sedangkan cadangan premi meningkat hampir 11 persen, tepatnya sebesar 10,55 persen dari Rp362,94 triliun di 2020 menjadi Rp401,21 triliun di tahun berikutnya. Lonjakan juga terjadi pada cadangan teknis naik 10,59 persen dari Rp379,50 triliun di 2020 berubah diangka Rp419,69 triliun di tahun 2021. Kalau menilik hasil rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) rata-rata industri asuransi jiwa terjadi lonjakan jauh tercatat 765 persen pada Desember 2020, menjadi 2.418 persen pada Desember 2021.

Kinerja Asuransi Umum 2021

LRMA mencatat, premi bruto asuransi umum naik 2,43 persen, dari Rp57,67 triliun per Desember 2020 menjadi Rp59,08 triliun per Desember 2021. Sedangkan premi neto tercatat turun sebesar 4,14 persen yoy, dari Rp33,37 triliun per Desember 2020 menjadi Rp31,99 triliun per Desember 2021. Secara umum premi industri asuransi umum ini membaik jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, nilai aset industri asuransi umum tercatat mengalami peningkatan, yakni tumbuh sebesar 5,59 persen, dari Rp137,22 triliun per Desember 2020 menjadi Rp145,24 triliun per Desember 2021. Seiring peningkatan aset, maka nilai investasi asuransi umum juga meningkat yakni sebesar 6,30 persen, dari Rp69,21 triliun per Desember 2020 menjadi Rp73,57 triliun per Desember 2021. Sedangkan nilai ekuitas tumbuh 4,59 persen, dari Rp53,08 triliun per Desember 2020 menjadi Rp55,51 triliun per Desember 2021.

Seiring pertumbuhan premi, cadangan teknis pun meningkat. Cadangan teknis industri asuransi umum tercatat meningkat sebesar 7,83 persen, yakni dari Rp59,9 triliun per Desember 2020 menjadi Rp73,57 triliun per Desember 2021. Sementara itu total kewajiban industri asuransi tumbuh 6,28 persen, dari Rp83,49 triliun per Desember 2020 menjadi Rp88,73 triliun per Desember 2021.

Laba sebelum pajak industri asuransi umum di tahun 2021 tercatat sebesar Rp4,98 triliun, turun dibandingkan laba sebelum pajak tahun 2020 sebesar Rp5,35 triliun. Sedangkan laba bersih setelah pajak, di tahun 2021 sebesar Rp4,32 triliun, turun dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp4,42 triliun.

Rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) rata-rata industri asuransi umum tercatat sebesar 317 persen per Desember 2021, turun dibandingkan RBC per Desember 2020 sebesar 333 persen. Rasio beban rata-rata industri asuransi umum tercatat sebesar 107 persen per Desember 2021, turun dibandingkan rasio beban per Desember 2020 sebesar 109 persen. Sementara itu rasio kecukupan investasi (RKI) secara rata-rata industri juga turun, yakni dari 248 persen per Desember 2020 menjadi 241 persen per Desember 2021.

Kinerja Reasuransi 2021 Hasil kajian LRMA atas lima laporan keuangan publikasi perusahaan reasuransi periode 2020-2021, mengungkap bahwa tiga perusahaan reasuransi mencatatkan kontraksi perolehan premi neto, sedangkan dua lainnya mencatatkan kenaikan. Sebagai catatan, hingga masa tenggat penyampaian laporan keuangan 2021 audited Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berakhir, terdapat satu perusahaan reasuransi yang belum menyampaikan laporan keuangan 2021 audited yaitu PT Reasuransi Nasional Indonesia.

Kelima perusahaan reasuransi tersebut sepanjang 2021 menghimpun total premi bruto sebesar Rp13,79 triliun atau turun sebesar 25,03 persen dibandingkan kinerja 2020 sebesar Rp18,40 triliun. Sementara itu, total premi neto yang dihimpun mencapai Rp6,09 triliun atau turun sebesar 3,11 persen dibandingkan dengan kinerja tahun 2020 sebesar Rp6,28 triliun. Kinerja industri reasuransi ini bertolak belakang dengan performa pada tahun 2020 yang justru mencatatkan pertumbuhan positif dibandingkan dengan 2019. Kinerja premi neto pada 2020 tumbuh 3,53 persen, sedangkan premi bruto tumbuh sebesar 34,08 persen.

Kinerja Asuransi Syariah Jiwa (full Fledged & UUS) Dewan Juri Insurance Award 2022 memutuskan untuk melakukan pemeringkatan juga terhadap perusahaan asuransi syariah yang masih berbentuk Unit Usaha Syariah (UUS). LRMA dalam melakukan kajian tentunya tetap membedakan antara yang sudah full fledged dan masih UUS. Akhirnya, ada warna baru dalam pemeringkatan Best Insurance Media Asuransi 2022 dengan bertambahnya kelompok asuransi yang berlandaskan syariah Islam yang berbentuk UUS tersebut.

Untuk kinerja asuransi syariah jiwa full fledged, tercatat pertumbuhan tertinggi pada indikator klaim dan manfaat dibayar sebesar 86,57 persen, dari Rp444,62 miliar di 2020 menjadi Rp829,53 miliar di 2021. Ini menunjukkan komitmen perusahaan asuransi jiwa syariah dalam membayarkan kewajibannya kepada pemegang polis dipenuhi dengan baik.

Sedangkan hasil kontribusi bruto meningkat 37,85 persen. Pada 2020 tercatat Rp841,84 miliar dan 2021 menjadi Rp1,16 triliun. Tumbuhnya kontribusi bruto ini memberikan dampak positif pada perolehan ujroh pengelola yang meningkat 27,82 persen, tahun 2020 tercatat menjadi senilai Rp361,24 miliar dan 2021 sebesar Rp461,72 miliar. Kinerja positif lainnya aset industri asuransi jiwa syariah full fledged meningkat 17,77 persen. Pada 2020, sebesar Rp6,58 triliun, sedangkan tahun 2020 senilai Rp7,75 triliun. Peningkatan juga terjadi dari sisi ekuitas yang naik tipis, tahun 2020 mencapai Rp1,12 triliun, dan di tahun 2021 menjadi senilai Rp1,14 triliun.