INDUSTRY.co.id - Jakarta - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan (HIMKI) menargetkan nilai ekspor industri mebel dan kerajinan bisa mencapai USD 5 miliar pada 2024.
"Dari catatan kami, nilai ekspor mebel dan kerajinan pada kuartal pertama 2022 telah mencapai USD 1 miliar atau naik 15,87% dibanding nilai ekspor pada kuartal pertama 2021,” kata Ketua Presidium HIMKI Abdul Sobur di Jakarta, kemarin.
HIMKI juga menargetkan nilai ekspor pada tahun ini bisa mencapai 3,93 miliar dollar AS, dan naik menjadi 4,46 miliar dollar AS di tahun berikutnya.
Pencapaian target ini dengan mempertimbangkan pertumbuhan CAGR sebesar 13,41 persen.
Sobur optimis dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2022 yang tengah digelar, pihaknya optimis target tersebut dapat tercapai.
Menurutnya, pameran IFEX yang menyasar pasar internasional memiliki andil besar dalam mendukung realisasi target di atas.
Sebagai catatan, pada IFEX 2019, total transaksi yang diraih selama pameran mencapai USD 1,270 miliar. Sementara nilai ekspor secara keseluruhan pada 2019 mencapai USD 2,5 miliar.
Berdasarkan hal ini terlihat bahwa setengah dari nilai ekspor pada 2019 merupakan hasil dari transaksi yang terjadi pada pameran IFEX.
Tahun ini, pameran IFEX 2022 mencatatkan jumlah buyers dan visitors sebanyak lebih dari 7.000 orang dari 72 negara. Sementara target nilai transaksi on-the-spot 150 juta dollar AS sementara follow up 500 juta dollar AS.
“Total nilai transaksi yang kami targetkan pada IFEX 2022 sekitar 650 juta dollar AS. Jumlahnya mungkin bisa lebih besar mengingat secara keseluruhan, capaian pameran ini melampaui target awal kami,” terang Abdul Sobur.
Dari sisi buyers, Abdul Sobur menyatakan pihaknya juga optimis bisa melampaui target awal yaitu sebanyak 2.000 buyers.