INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) sebagai perusahaan shared ATM network dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia melalui brand ATM Bersama kembali meluncurkan inovasi terbarunya.
Dalam rangka mendukung program Bank Indonesia dan percepatan implementasi BI-FAST pada ekosistem pembayaran di Indonesia, Artajasa menghadirkan layanan Bersama Interface Processor (BIP) sebagai solusi infrastruktur calon peserta BI-FAST agar dapat terhubung dengan layanan milik Bank Indonesia tersebut secara aman, andal dan efisien.
Direktur Utama Artajasa M. Ma’ruf menjelaskan bahwa berdasarkan data Bank Indonesia, sejak diimplementasikan pada akhir 2021 lalu hingga Juni 2022, transaksi BI-FAST telah mencapai
127,8 juta transaksi dan akan terus meningkat seiring dengan kemudahan akses layanan BI- FAST oleh masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan meningkatnya awareness masyarakat terhadap layanan digital perbankan.
“Artajasa senantiasa mendukung program-program Bank Indonesia dan terus bersinergi khususnya dalam hal percepatan implementasi BI-FAST. Selain itu kami juga berkomitmen untuk selalu menghadirkan layanan sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal sehingga bermanfaat sebesar-besarnya bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia” jelas M.Ma’ruf.
Guna mendukung hal tersebut, Artajasa menghadirkan layanan Bersama Interface Processor (BIP) yaitu sebuah solusi Infrastructure as a service (IaaS) yang disediakan bagi calon peserta BI-FAST agar dapat menghubungkan sistem mereka ke sistem BI-FAST sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dengan mekanisme managed service dan sharing infrastruktur.
Saat ini terdapat 22 (dua puluh dua) institusi perbankan telah mempercayakan Artajasa sebagai penyedia sistemnya melalui pemanfaatan Bersama Interface Processor (BIP). Sebanyak 5 (lima) Bank yang terdiri dari Bank Papua, Bank Arta Graha, Bank DKI, Bank DKI Syariah, dan Bank Bumi Arta telah live ber-operasional. 4 (empat) Bank dalam tahap integrasi yaitu, Bank Kalsel, Bank Kalsel Syariah, Bank Capital dan Bank Muamalat. Serta 13 (tiga belas) intitusi perbankan lainnya yang masih menunggu proses administrasi perizinan Bank Indonesia.
“Kami berharap, dengan semakin banyaknya institusi baik bank maupun non-bank yang dapat menggunakan layanan Bersama Interface Proessor (BIP) akan mempercepat digitalisasi dan inklusifitas sistem pembayaran sebagaimana yang diprogramkan oleh Bank Indonesia. Dan kami juga sangat mengapresiasi para institusi yang telah memberikan kepercayaan kepada Artajasa dalam menyiapkan infrastruktur terkait BI-FAST melalui layanan Bersama Interface Processor.
Hadirnya layanan ini dapat menjadi solusi yang tepat bagi calon peserta BI-FAST dalam mengimplementasikan layanan BI-FAST, karena memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat terkoneksi ke sistem BI-FAST Bank Indonesia dengan pengembangan dan biaya investasi yang minimal”, kata M. Ma’ruf dalam sambutan Seremoni Kerjasama Artajasa dengan Perbankan dan Industri Sistem Pembayaran dalam Layanan Bersama Interface Processor, di Hotel Four Seasons – Jakarta (27 Juli 2022).