Menkeu Sri Mulyani Hapus Pungutan Ekspor CPO, Mukhtarudin: Belum Berdampak Langsung terhadap Kesejahteraan Petani Sawit

Oleh : Herry Barus | Rabu, 20 Juli 2022 - 06:11 WIB

Anggota Komisi VII DPR Mukhtarudin
Anggota Komisi VII DPR Mukhtarudin

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kebijakan Kementerian Keuangan menghapus pungutan ekspor yang berlaku hingga 31 Agustus 2022 dinilai belum bisa memberikan dampak signifikan pada petani sawit.

Hal ini karena pungutan yang dihapus oleh pemerintah adalah "pungutan ekspor" oleh BPDPKS sebesar US $200/ton.

"Jadi, saya memperkirakan belum ada efek langsung terhadap kesejahteraan petani sawit," kata Anggota Komisi VII DPR Mukhtarudin kepada wartawan di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Artinya, kata Mukhtarudin, pajak ekspor (bea keluar) sebesar US$ 288/ton , flush out sebesar US$ 200 masih  tetap berlaku hingga sekarang.

Dengan kata lain, penghapusan pungutan ekspor ini hanya sekedar mengurangi sedikit beban biaya  ekspor CPO dan turunannya.

Menurutnya, pungutan ekspor yang dihapus sekitar US$ 200/ton CPO setara dengan Rp. 3 juta/ton CPO atau Rp. 3000/kg CPO.

"Itu setara dengan Rp 600/kg TBS, jika rendemen lazim 20%. Logikanya harga TBS naik Rp 600/kg, misal dari Rp 1.000/kg naik jadi Rp 1.600/kg TBS. Sekalipun masih di bawah Harga Pokok Produksi (HPP) Rp 1.800/kg TBS," ujarnya.

Namun, kata Politisi Golkar ini, fakta yang terjadi di lapangan hanya naik Rp 50/kg, bahkan banyak pabrik kelapa sawit (PKS) tutup. Kondisi ini menandakan proses pengosongan tangki yang penuh 7,2 juta ton (menurut data Gapki) tidak berjalan normal.

"Ekspornya terhambat akibat masih berlakunya Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) yang jadi sebab sulit mencari kapal untuk ekspor, oleh karena itu untuk sementara DMO dan DPO dicabut dulu karena stock CPO kita melimpah, jika stock sudah kembali normal untuk kebutuhan nasional, berlakukan lagi DMO dan DPO, kebijakan Rem dan Gas”, paparnya lagi.

Selain itu, Legislator dari Dapil Kalimantan Tengah ini menambahkan bisa jadi Indonesia kehilangan sebagian pembeli / pasar CPO di luar negeri. Karena bagi industri skala besar membutuhkan sekitar 3 juta ton/bulan.

"Suply mutlak harus konsisten, kontinu, tepat waktu  pasoknya," cetusnya.

Jika ini gagal, sambung Anggota Banggar DPR, dampaknya industri berpotensii tutup, bahkan rugi besar.

"Pelanggan mereka kabur juga. Itulah rantai pasok global," imbuhnya.

 

Disisi lain, Mukhtarudin menyoroti soal rentang waktu penghapusan pungutan tersebut yang hanya berlaku sekitar satu bulan.

Mennurutnya waktu satu bulan itu terlalu pendek, tidak akan signifikan menyelesaikan persoalan overload Stock CPO dan menaikan harga TBS, idealnya sekitar 3 bulan, mengingat ekosistem sawit terdampak cukup parah, serta dampaknya juga benar-benar dirasakan petani sawit.

"Saran saya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) direvisi," jelasnya.

Namun begitu, lanjut Mukhtarudin, pihaknya tetap mengapresiasi kebijakan Kemenkeu tersebut, dengan harapan diikuti dengan kebijakan lain secara simultan dan tuntas, agar dampaknya signifikan terhadap kesejahteraan petani sawit," pungkasnya. (*)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Melalui Kolaborasi Produk Merchandise Sharp X The Goods Dept, Galang Dana Untuk Pembiayaan Pelatihan Garuda INAF

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:55 WIB

Sharp Indonesia Dukung Timnas Berlaga di Piala Dunia 2022

Jakarta – Dunia sepak bola Indonesia makin menancapkan taringnya, tidak hanya tingkat Asia namun juga dunia. Berita bahagia hadir melalui tim Persatuan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI)…

Setelah Meresmikan Pabrik Baru di Mojokerto, PT. Arwana Citramulia Tbk (ARNA) juga Mulai Operasikan PLTS Atap

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:44 WIB

Keren! Setelah Meresmikan Pabrik Baru di Mojokerto, PT. Arwana Citramulia Tbk (ARNA) juga Mulai Operasikan PLTS Atap

Jakarta - PT Arwana Citramulia Tbk (Arwana Ceramics), sebagai emiten pabrik keramik dan porselen di Indonesia mulai beralih menggunakan tenaga surya (PLTS Atap) untuk kegiatan operasional di…

Rayakan HUT ke-30, BRI Danareksa Sekuritas Tawarkan Promo Fee Transaksi 0,1% Hingga 1 Tahun

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:34 WIB

Rayakan HUT ke-30, BRI Danareksa Sekuritas Tawarkan Promo Fee Transaksi 0,1% Hingga 1 Tahun

Jakarta– Dalam rangka memeriahkan HUT ke-30, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memberikan penawaran promo khusus kepada nasabah BRI pengguna aplikasi BRI mobile (BRImo) berupa promo fee transaksi…

 Menko Airlangga Hartarto Berperan Penting Dalam Ekosistem Kendaraan Listrik

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:24 WIB

Menko Airlangga Hartarto Berperan Penting Dalam Ekosistem Kendaraan Listrik

Jakarta-Menko Airlangga Hartarto disebut strategis dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Daftar Serentak ke KPU, Soliditas KIB Masih Terjaga

Rabu, 10 Agustus 2022 - 22:21 WIB

Daftar Serentak ke KPU, Soliditas KIB Masih Terjaga

Jakarta- Tiga partai anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mendaftarkan diri bersamaan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan Koalisi Indonesia…