Luncurkan Logo Baru, IPCC Wujudkan Visi To Be World Class Car Terminal Ecosystem

Oleh : Kormen Barus | Jumat, 01 Juli 2022 - 09:55 WIB

Luncurkan Logo Baru, IPCC Wujudkan Visi To Be World Class Car Terminal Ecosystem
Luncurkan Logo Baru, IPCC Wujudkan Visi To Be World Class Car Terminal Ecosystem

INDUSTRY.co.id, Jakarta-Mengambil tempat di halaman lobby Gedung PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC Terminal Kendaraan), Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada hari Kamis, 30 Juni 2022, IPCC Terminal Kendaraan, meluncurkan logo baru perusahaan.

“Jika kita ibaratkan sebagai sebuah perjalanan. Maka perjalanan PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk, atau yang dikenal dengan nama IPCC, sudah berjalan sangat panjang dan dalam, khususnya di industri pelabuhan dan industri otomotif. Perjalanan tersebut kini membawa IPCC dalam posisi dari yang sebelumnya hanya sebagai Car Terminal Operator, menuju Car Terminal Ecosystem,” kata Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan, Rio T.N Lasse dalam kata sambutannya saat seremoni peluncuran logo baru.

“Dengan semangat mewujudkan Beyond The Gate menuju visi perusahaan To be World Class Car Terminal Ecosystem, dan diikuti dengan penerapan nilai AKHLAK, kini IPCC sedang berusaha mencapai kinerja terbaiknya untuk meningkatkan pendapatan dari operasional eksisting menuju penjajakan peluang kerjasama baru untuk meningkatkan pendapatan,” tambah Rio T.N Lasse menjelaskan makna filosofis di balik logo dan branding IPCC baru yang diluncurkan.

Logo baru tampak lebih segar dan visioner. Komposisi logo menampilkan sebuah simbol kemajuan ke depan beserta dengan tiga kata yang menyertai yaitu Pelindo sebagai induk usaha, Multi Terminal sebagai pilar usaha, dan IPCC Terminal Kendaraan sebagai identitas perusahaan.

“Cita-cita IPCC ke depan ialah dapat memberikan total solution dengan mengintegrasikan aktivitas di ekosistem distribusi terminal untuk menciptakan efisiensi dan reliabilitas di sepanjang mata rantai bisnis otomotif. Pada akhirnya akan dapat meningkatkan daya saing industri otomotif nasional kita. Di sisi lain, dengan perkembangan bisnis yang ada sudah saatnya IPCC mengepakkan sayap bisnisnya lebih jauh sesuai tema korporasi Beyond The Gate,” tambah Rio T.N Lasse.

Hadir dalam acara peluncuran logo baru ini para stakeholder perusahaan otomotif dan asosiasi industri, para anggota dewan komisaris, para pejabat dewan direksi dan awak media.

Menjelang usianya yang ke-10 pada akhir tahun ini. Layanan IPCC saat ini telah hadir selain di kantor pusat operasionalnya di Pelabuhan Tanjung Priok, juga telah hadir membuka cabangnya di pelabuhan Belawan, Panjang, Gresik, Pontianak dan Makassar. Menurut Rio T.N Lasse, seiring dengan telah bergabungnya Pelindo 1,2,3 dan 4 dan kini menjadi Pelindo maka kian terbuka peluang untuk ekspansi bisnis bagi IPCC. IPCC diharapkan mampu menghadirkan pengoperasian terminal kendaraan/ro-ro yang layak secara komersial di setiap area Pelindo, melakukan ekspansi bisnis kepelabuhan terkait lainnya yang layak secara komersial dan selalu ‘future ready’ baik secara organik maupun an-organik. Untuk mewujudkan visi itu, IPCC telah menyiapkan 4 langkah strategi yaitu Integrasi, Ekspansi, Digitalisasi dan Koordinasi.

“Untuk digitalisasi saat ini IPCC sedang mempercepat implementasinya yang menghubungkan kegiatan operasional, customer relationship, finance dan digital office; berikutnya implementasi IT network di seluruh wilayah kerja sesuai masterplan; dan penjajakan implementasi Analytics, Big Data & Business Intelligence untuk mendukung ekosistem bisnis masa depan,” tambahnya.

Di hari yang sama, sebelum acara peluncuran logo baru, IPCC menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa. Diantara agendanya ialah menyampaikan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2021 dan perbandingannya dengan tahun sebelumnya.

Laporan kinerja keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2021, mencatatkan laba bersih sebesar Rp60,06 miliar, melonjak 352,62% dari tahun sebelumnya. Seiring kenaikan laba tersebut maka Earning Per Share (EPS) Perseroan meningkat menjadi Rp33,03 dari sebelumnya -Rp13,07. Demikian juga Net Income Margin mengalami peningkatan 11,62% dari sebelumnya -6,67%.

Begitu juga Operating Margin menjadi 21,89% dari sebelumnya -4,99% dan EBITDA Margin sebesar 46,37% dari sebelumnya 32,72%. Dengan pencapaian kinerja tersebut, melalui Agenda RUPS Tahunan Penggunaan Laba Bersih Perseroan, IPCC memutuskan untuk membagikan dividen sebanyak 70% dari perolehan laba bersih atau sekitar Rp42,04 miliar dengan nilai Rp23,12 per lembar sahamnya. Dengan asumsi harga saham IPCC Terminal Kendaraan ialah sebesar Rp630 maka dividend yield yang dapat dinikmati oleh para pemegang saham ialah sebesar 3,67%.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sarihusada

Senin, 15 Agustus 2022 - 19:34 WIB

68 Tahun Berdiri, Sarihusada Konsisten Berikan Nutrisi untuk Keluarga Indonesia

Sarihusada sebagai perusahaan penyedia nutrisi untuk ibu, anak dan keluarga Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-68 pada 14 Agustus 2022, dengan menegaskan komitmennya untuk memberikan nutrisi…

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meraih penghargaan dari organisasi independen internasional atas upaya perseroan dalam penerapan ekonomi hijau untuk memerangi perubahan iklim.

Senin, 15 Agustus 2022 - 19:07 WIB

Keren! BTN Raih Apresiasi dari Carbon Disclosure Project

Jakarta-PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. meraih apresiasi dari Carbon Disclosure Project (CDP) atas partisipasi, inisiatif, dan konsistensi perseroan dalam menerapkan berbagai strategi…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 15 Agustus 2022 - 18:54 WIB

Strategi Sukses Swasembada Beras Perlu Diadopsi untuk Komoditas Pangan Lain

Jakarta- Indonesia menerima penghargaan dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) karena telah memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras pada periode…

SUCOFINDO Dukung Kemenperin Optimalkan Penyerapan Garam Lokal Tahun 2022

Senin, 15 Agustus 2022 - 18:32 WIB

Sucofindo Dukung Kemenperin Optimalkan Penyerapan Garam Lokal Tahun 2022

Jakarta- PT Sucofindo mendukung Kementerian Perindustrian dalam optimalisasi penyerapan garam lokal, yaitu melalui verifikasi neraca komoditas garam.

Minyak makan merah

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:52 WIB

MenKopUKM Sebut Minyak Makan Merah Bakal Diserap Pasar Tahun 2023

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki memastikan produk minyak makan merah akan diserap oleh pasar setelah proyek uji coba atau piloting project pengembangannya ditargetkan rampung…