Kemenparekraf Siapkan Layanan Panduan Destinasi Wisata Ramah Muslim dan Wisata Halal

Oleh : Chodijah Febriyani | Rabu, 22 Juni 2022 - 10:30 WIB

Ilustrasi Wisata Halal (Dok: Kemenparekraf)
Ilustrasi Wisata Halal (Dok: Kemenparekraf)

INDUSTRY.co.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kemenparekraf telah menyusun kebijakan terkait pariwisata halal yang menekankan pada tambahan layanan (extensional service) yang disediakan oleh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif merespons besarnya potensi wisata halal (ramah muslim) di Indonesia. 

Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, kebijakan itu telah disusun dalam bentuk panduan yang dapat diikuti pengelola destinasi dan sentra ekonomi kreatif di daerah dalam menghadirkan layanan tambahan ramah muslim (wisata halal). 

Wisata halal bukan berarti islamisasi wisata atraksi, melainkan memberikan layanan tambahan yang terkait dengan fasilitas, turis, atraksi, dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan muslim. 

"Kita akan terus tingkatkan jumlah layanan tambahan bagi para wisatawan khususnya untuk wisata halal ini. Kami telah menyusun kebijakan ini dan dalam waktu singkat kami akan menerbitkan panduan untuk destinasi tambahan. Karena selain dari destinasi unggulan seperti Sumatra Barat, Aceh, dan beberapa destinasi lainnya di Jawa Barat dan Kalimantan Selatan, ada juga seperti Madura yang ingin mengembangkan destinasi pariwisata halalnya," kata Menparekraf Sandiaga Uno melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id.

Data menunjukkan pada 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total 2,02 triliun dolar AS untuk belanja makanan, kosmetik farmasi, fesyen, travel, dan rekreasi. Pasar muslim global diperkirakan akan tumbuh hingga 2,4 triliun dolar AS pada tahun 2024. Sejumlah pengeluaran terbesar bagi konsumen muslim adalah pada makanan dan minuman halal.

Dalam pemeringkatan Global Muslim Travel Index (GMTI) tahun 2022, Indonesia sendiri berhasil menempati posisi kedua. Naik dua peringkat dari sebelumnya di posisi keempat pada tahun 2021. 

Oleh karena itu, pengembangan layanan wisata halal dan muslim-friendly tourism wajib dilakukan untuk mendorong Indonesia menjadi pemimpin dalam pengembangan wisata ramah muslim dunia.

"Untuk wisata halal saya berharap fokus, karena kita sudah berhasil meningkatkan posisi kita ke posisi 2 sekarang kita harus menuju ke nomor 1 dan tentunya tambahan layanan atau extensional service ini dengan konsep need to have, good to have, dan nice to have," kata Sandiaga. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemusik Leon Travis

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:51 WIB

Pemusik Leon Travis Meng-Country di Tanah Amerika

Tidak banyak musisi country di Indonesia yang konsisten mengeluarkan karyanya selama 5 tahun terakhir.

Artis Bintang Darmawan

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:40 WIB

Bintang Darmawan, dari Di Bully Akhirnya Tunjukan Prestasi Dengan Mengeluarkan Single Bintang Di Hatimu karya Bemby Noor

Industry musik Indonesia tidak pernah kekurangan talent baru yang potensial meramaikan pasar musik yang sempat tiarap akibat wabah Pandemi Covid 19 yang nyaris tembus 3 tahun. Adalah Bintang…

Ilustrasi ACT

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:38 WIB

Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Umat ACT, DPR Minta Adanya Sanksi Tegas

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menanggapi tentang Kasus masalah penyelewengan dana donasi yang dilakukan lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT). Menurutnya, oknum yang melakukan…

Kolaborasi CIMB Niaga dan KB Bukopin Perluas Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu di Jaringan ATM Bersama

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:28 WIB

Kolaborasi CIMB Niaga dan KB Bukopin Perluas Layanan Tarik Tunai Tanpa Kartu di Jaringan ATM Bersama

Tangerang Selatan-PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) bersama PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bukopin) dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) hari ini meresmikan Implementasi Layanan Tarik…

Perlu Pendekatan Agama, Agar Program Imunisasi di Provinsi Aceh Meningkat

Rabu, 06 Juli 2022 - 13:15 WIB

Perlu Pendekatan Agama, Agar Program Imunisasi di Provinsi Aceh Meningkat

Dalam upaya mencari solusi tentang cakupan imunisasi di Provinsi Aceh. Dalam hal ini Direktorat Pengelolaan Imunisasi dan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian…