LG Energy Solution Masuk Dalam Pengembangan Tahap Dua, PTPP Optimis KIT Batang Punya Banyak Potensi Bagi Investor

Oleh : Hariyanto | Jumat, 10 Juni 2022 - 15:30 WIB

Ilustrasi KIT Batang
Ilustrasi KIT Batang

INDUSTRY.co.id - Batang - LG Energy Solution yang merupakan bagian dari LG Chem anak perusahaan dari LG Group yang berasal dari Korea Selatan akan menempati lahan seluas 275 (dua ratus tujuh puluh lima) hektar di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City dimana akan menerapkan teknologi terbaru konsorsium LG.

LG Energy Solution masuk ke dalam pengembangan KIT Batang Tahap Kedua untuk merealisasikan rencana investasi industri baterai listrik terintegrasi tahap kedua. Hal itu dilakukan menyusul acara groundbreaking fasilitas sel baterai senilai total USD 1,1 miliar yang dilaksanakan di Karawang, Jawa Barat pada bulan September 2021 lalu.

Proyek grand package ini akan memberikan kontribusi utama bagi industri baterai sekunder global dalam 26 (dua puluh enam) tahun ke depan. Pemerintah Indonesia ingin membangun sebuah ekosistem kendaraan listrik yang besar di Indonesia mencakup produksi dari hulu sampai ke hilir.

Hal tersebut dimulai dari penambangan nikel kemudian smelter hingga refinery sampai dengan pembangunan industri katoda dan prekursor kemudian masuk ke lithium baterai, EV baterai, baterai listrik hingga mobil listrik. Setelah mobil listrik masih terdapat tambahan lagi, yaitu recycle baterai listriknya sehingga hal tersebut benar-benar dijalankan dari hulu ke hilir di Indonesia.

PT PP (Persero) Tbk sangat mengapresiasi dan senang atas adanya implementasi rencana tahap kedua industri baterai di KIT Batang. Dengan hadirnya LG Energy Solution membuktikan bahwa KIT Batang memiliki banyak keunggulan dan potensi yang memikat para Investor Raksasa untuk menanamkan modalnya disana. Hal tersebut tentunya akan memberikan banyak dampak positif bagi perekonomian Indonesia.

KIT Batang dikelola dan dimiliki oleh Konsorsium BUMN dan Perumda, yang terdiri dari PT Kawasan Industri Wijayakusuma (Persero), PT PP (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), dan Perumda Batang. Selain menjadi salah satu perusahaan pengelola KIT Batang, PTPP juga berperan sebagai kontraktor utama dalam pembangunan beberapa proyek di Kawasan tersebut.

Adapun beberapa proyek yang telah dan tengah dikerjakan oleh PTPP di KIT Batang, antara lain: proyek pematangan lahan, pembangunan Rumah Susun yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, pembangunan Jalan KIT Batang Paket 1.4 yang dimiliki oleh Kementerian PUPR, pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang Tahap I Ruas Semarang-Batang yang dimiliki oleh Kementerian ESDM, dan pembangunan Pabrik Kaca Pertama di Indonesia yang dimiliki oleh KCC Glass Corporation Ltd.

"Seremoni ini membuktikan bahwa KIT Batang sangat diminati oleh para investor raksasa. Hal tersebut terbukti dari telah habisnya penjualan area lahan fase pertama dari KIT Batang seluas 450 hektar sehingga saat ini pengembangan KIT Batang memasuki fase kedua dimana pengembangan kawasan mencakup seluas 1.000 hektar," kata Direktur Utama PTPP Novel Arsyad yang dikutip INDUSTRY.co.id, Jumat (10/6/2022).

"KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan di Indonesia yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru dengan harapan dapat mendatangkan investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Sementara itu, PTPP sebagai anggota konsorsium yang juga berperan sebagai kontraktor nasional terbesar dan terbaik saat ini siap bersinergi dengan LG Energy Solution dalam pembangunan pabrik dengan kualitas terbaik,” ujar Novel.

Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang saat ini terus menunjukan tren positif di tengah pemulihan ekonomi dunia usai dilanda pandemic Covid-19. KIT Batang memiliki beberapa keunggulan dan potensi dimana hal tersebut dapat menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan ini.

Adapun beberapa keunggulan dan potensi yang dimiliki oleh KIT Batang, antara lain: harga lahan yang murah dan bersaing, minim konflik sosial, UMR yang kompetitif, serta dukungan oleh sarana dan prasarana yang cukup lengkap dan memadai sebagai fasilitas penunjang.

Proyek pembangunan KIT Batang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas oleh Pemerintah yang bertujuan mendorong penguatan sektor industri di Indonesia. Oleh karena itu, PTPP selalu mendukung setiap program yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam rangka meningkatkan geliat perekonomian di Indonesia. KIT Batang terletak di Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah yang memiliki total luas lahan untuk dikembangkan seluas 4.300 hektar.

Pembangunan KIT Batang dibagi menjadi 3 (tiga) kluster, yaitu Kluster I seluas 3.100 hektare, Kluster II seluas 800 hektare, dan Kluster III seluas 400 hektare. KIT Batang merupakan salah satu kawasan pilihan yang ditawarkan dapat menjadi sentra industri baru dimana dengan dibukanya kawasan tersebut diharapkan dapat mendatangkan para investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 15 Agustus 2022 - 18:54 WIB

Strategi Sukses Swasembada Beras Perlu Diadopsi untuk Komoditas Pangan Lain

Jakarta- Indonesia menerima penghargaan dari Institut Penelitian Padi Internasional (IRRI) karena telah memiliki sistem ketahanan pangan yang baik dan berhasil swasembada beras pada periode…

SUCOFINDO Dukung Kemenperin Optimalkan Penyerapan Garam Lokal Tahun 2022

Senin, 15 Agustus 2022 - 18:32 WIB

Sucofindo Dukung Kemenperin Optimalkan Penyerapan Garam Lokal Tahun 2022

Jakarta- PT Sucofindo mendukung Kementerian Perindustrian dalam optimalisasi penyerapan garam lokal, yaitu melalui verifikasi neraca komoditas garam.

Minyak makan merah

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:52 WIB

MenKopUKM Sebut Minyak Makan Merah Bakal Diserap Pasar Tahun 2023

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki memastikan produk minyak makan merah akan diserap oleh pasar setelah proyek uji coba atau piloting project pengembangannya ditargetkan rampung…

 Kawasan Kelayan Barat

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:40 WIB

Penataan Ulang Kawasan Kumuh Kelayan Barat di Banjarmasin Habiskan APBN Sebesar Rp44 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan penataan kawasan kumuh Kelayan Barat di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kegiatan peningkatan kualitas permukiman…

Desain Kissworkspace

Senin, 15 Agustus 2022 - 17:21 WIB

Ciptakan Permukiman Layak Huni, Kementerian PUPR Tata Kawasan Kumuh Bantaran Sungai Bengawan Solo

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya tengah melaksanakan penataan kawasan kumuh…