INDUSTRY.co.id - Jakarta, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Rosan Perkasa Roeslani beberapa saat lalu mengunggah sejumlah potret pertemuannya dengan Staf Khusus Presiden RI, Billy Mambrasar di Wisma Indonesia di Washington DC di AS.
"Setelah menerima kunjungan Ketua IA-ITB, kegiatan saya di awal pekan ini berlanjut dengan menerima kunjungan Mas Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI," ujar Dubes Rosan seperti dikutip redaksi INDUSTRY.co.id dari akun Instagramnya @rosanroeslani pada Rabu malam (13/4/2022).
"Senang rasanya bisa berdiskusi dengan salah satu anak muda Indonesia bertalenta, yang tidak hanya berhasil dalam pendidikan dan karir, tetapi juga berhasil dalam menjalankan misi mulianya melalui Yayasan Kitong Bisa, yaitu lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak-anak di Papua yang didirikannya," jelas Rosan menambahkan.
Selain itu, menurutnya, banyak hal yang dibahas dalam pertemuan keduanya, antara lain soal fasilitasi UKM RI agar dapat masuk ke pasar Amerika.
"Banyak hal yang kami bahas pada pertemuan tersebut. Di antaranya terkait peluang untuk mendukung dan memfasilitasi UKM dan pengusaha milenial, termasuk pengusaha kopi dan petani dari Indonesia Timur untuk bisa naik kelas serta masuk dan bersaing di Amerika Serikat.," tandas Rosan.
Sebagai informasi, sebelumnya, Dubes Rosan juga menerima kunjungan rombongan Ikatan Alumni ITB di Wisma Indonesia di AS.
"Awal pekan ini, saya menerima Pak Gembong Primadjaja Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) beserta rombongan dan perwakilan IA-ITB North America," sebut Rosan (11/4).
Pada pertemuan tersebut dibahas mengenai penjajakan kemitraan IA-ITB dengan berbagai institusi di Amerika, termasuk di dalamnya kerjasama pertukaran pendidikan dan program magang yang sejalan dengan tujuan MoU Pendidikan yang telah ditandatangani oleh Indonesia dan Amerika Serikat pada Desember tahun lalu.
"Saya berharap semua program kerjasama yang direncanakan IA-ITB berjalan dengan baik sehingga dapat memberikan kontribusi, bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia," pungkasnya.