Wuih, Aset BCA Syariah Naik Jadi Rp10,6 triliun di 2021

Oleh : Wiyanto | Senin, 14 Maret 2022 - 13:33 WIB

Karyawan BCA Syariah melayani nasabah
Karyawan BCA Syariah melayani nasabah

INDUSTRY.co.id- Jakarta – PT. Bank BCA Syariah (BCA Syariah) tutup kinerja perusahaan di 2021 dengan pertumbuhan positif dari sisi Aset, Pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur BCA Syariah Pranata dalam acara Pemaparan Kinerja BCA Syariah 2021 di Jakarta yang mengangkat tema Strengthening Synergy, Maintaining Sustainable Growth (14/3/2022).

Per Desember 2021, Aset BCA Syariah tumbuh 9,5% yoy menjadi Rp10,6 triliun dibandingkan Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp9,7 triliun. Peningkatan Aset BCA Syariah di 2021 diantaranya didukung oleh pertumbuhan DPK baik dari tabungan, giro dan deposito. Tercatat DPK BCA Syariah mencapai Rp7,7 triliun, atau meningkat 12,1% yoy dibandingkan Desember 2020. “Produk Tabungan BCA Syariah tumbuh 56% yoy sehingga memperkuat komposisi dana murah (CASA) yang tumbuh 36,4% yoy mencapai sebesar Rp2,6 triliun. Peningkatan DPK menandakan tumbuhnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dana di BCA Syariah, kata Pranata di sela-sela presentasi yang disampaikan.

Pengendalian Covid- 19 selama 2021 yang semakin membaik, telah mendorong percepatan pemulihan ekonomi Indonesia. Dampak positif tersebut turut meningkatkan kinerja perbankan syariah di Indonesia. Namun demikan, penyaluran pembiayaan masih menjadi tantangan. BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran pembiayaan sebesar 12,2% secara tahunan (yoy), mencapai Rp6,2 triliun. Dalam melaksanakan fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BCA Syariah masih didominasi sektor produktif diantaranya sektor industri pengolahan, perdagangan dan proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah.

Portofolio pembiayaan UMKM dapat memenuhi ketentuan Regulator dengan komposisi sebesar 22,78% dari total pembiayaan 2021. Sementara pembiayaan konsumer memberikan kontribusi sebesar 3,4%. “Tahun ini BCA Syariah akan fokus meningkatkan pembiayaan konsumer BCA Syariah diantaranya melalui berbagai aktivitas pemasaran seperti BCA Expoversary Online maupun Offline dan tentunya dengan menawarkan margin yang kompetitif bagi masyarakat”, ungkap Pranata. Kualitas pembiayaan BCA Syariah masih terjaga pada level yang sehat dengan Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat sebesar 1,13% dan NPF Net sebesar 0,01%.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, “BCA Syariah terus hadir sebagai mitra bagi para nasabah untuk bersama-sama mewujudkan pemulihan dunia usaha. Untuk tetap dapat mempertahankan pertumbuhan pembiayaan di 2021, kami secara konsisten menyalurkan pembiayaan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan menjaga kualitas pembiayaan yang dimiliki BCAS kepada sektor usaha yang masih prospektif dan kepada pelaku usaha yang memang mempunyai rekam jejak yang baik”.

Dalam upaya mendukung keuangan berkelanjutan, BCA Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan pada Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KUB) sebesar Rp1,9 triliun atau 31,9% dari total portofolio pembiayaan di 2021. “Tahun ini sudah ada 7 sektor KUB yang telah memperoleh pembiayaan BCA Syariah, penyaluran pembiayaan pada sektor lain akan ditingkatkan. Bersamaan dengan itu, pengembangan kapasitas SDM juga terus menjadi konsentrasi kami untuk meningkatkan pemahaman terhadap keuangan berkelanjutan di seluruh lini organisasi”.

Pengelolaan aset dan liabilitas yang baik di 2021 turut tercermin pada profitabiltas perusahaan yang mampu memperoleh laba sebelum pajak (Profit Before Tax) Rp107,5 miliar, meningkat 16,1% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp92,6 miliar.

Pertumbuhan transaksi perbankan elektronik terus tumbuh seiring dengan kebutuhan masyarakat melakukan kegiatan perbankan di tengah pandemi. Pengguna mobile banking BCA Syariah Mobile meningkat 63,8% secara tahunan menjadi 78 ribu pengguna. BCA Syariah terus meningkatkan sinergi dengan BCA sebagai entitas induk untuk peningkatan fitur-fitur transaksi e-channel yang bisa dinikmati oleh nasabah.

Di 2021, nasabah BCA Syariah bisa menikmati fitur baru pada ATM BCA di seluruh Indonesia yaitu setor tunai dan top up Flazz dari kartu ATM BCA Syariah, semuanya bebas biaya. Fitur pada BCA Syariah Mobile juga sudah dilengkapi dengan fitur pembayaran QR untuk mendukung kecepatan dan keamanan transaksi bagi nasabah di masa pandemi karena tidak perlu menggunakan uang tunai. “Sinergi dengan BCA untuk memperkuat infrastruktur TI dan menambah ragam layanan pada e-channel merupakan salah satu strategi kunci kami untuk meningkatkan layanan perbankan transaksional. Nasabah BCA Syariah dapat memanfaatkan kemudahan dan kenyamanan bertransaksi di channel BCA yang tersebar luas maupun melalui BCA Syariah Mobile,” Yuli menambahkan. BCA Syariah menargetkan pertumbuhan selaras dengan Regulator di kisaran 6-7% untuk Aset dan Laba, sementara pertumbuhan Pembiayaan dan DPK ditargetkan tumbuh 7-9% di akhir tahun 2022.

Perubahan Komposisi Direksi BCA Syariah Dalam kesempatan yang sama, BCA Syariah memperkenalkan Lukman Hadiwijaya sebagai Direktur baru dalam jajaran Direksi BCA Syariah. Lukman Hadiwijaya diangkat sebagai Direktur pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan, 11 Maret 2022 dan telah mendapatkan persetujuan OJK. Yuli mengatakan, “Pengangkatan Lukman Hadiwijaya akan melengkapi kapabilitas Direksi dalam ekspansi bisnis Bank. Latar belakang Lukman sebagai Kepala Divisi IT di BCA akan memperkuat strategi perusahaan untuk percepatan digitalisasi BCA Syariah tahun ini dan tahun-tahun mendatang”.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:17 WIB

Waspada ! Berekspresi di Sosial Media Ada Batasannya

Menurut laporan We Are Social, penggunaan internet di Indonesia untuk bersosial media menghabiskan 197 menit atau sekitar 3,2 jam per harinya. Seperti yang sudah kita tahu, media sosial digunakan…

Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Kamis, 07 Juli 2022 - 17:11 WIB

Fasilitasi Bisnis Industri Petrokimia, Bank OCBC NISP dan Chandra Asri Teken Fasilitas Pinjaman 10 Tahun Sebesar US$100 Juta

Pembiayaan yang diberikan oleh Bank OCBC NISP adalah bagian dari komitmen Bank untuk mendukung Chandra Asri agar dapat secara berkesinambungan mengembangkan bisnisnya.

Sekjen Kemenperin Dody Widodo saat penyerahan hewan kurban di lingkungan Kemenperin

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:15 WIB

Serahkan 25 Ekor Sapi & Dua Kambing, Kemenperin Pastikan Hewan Kurban Bebas PMK

Seluruh jajaran pejabat dan staf di Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menjadikan perayaan Idul Adha 1443 Hijriah sebagai momentum untuk meneladani apa yang telah dicontohkan para nabi tentang…

Anita buchari Direktur sponsor dan marketing Gudhype dan Glenn Parengkuan Head of promotion Gudhype dalam Press Conference GUDHYPE PRESENT CHOTHAFEST 2022

Kamis, 07 Juli 2022 - 16:00 WIB

Digelar di Jakarta Pentagon hingga BTOB Siap Ramaikan Chothafest 2022, Catat Tanggalnya!

Dengan semangat baru, GudHype akan menyapa para penggemar konser di tanah air. Dengan mengusung nama dan visi baru sebelumnya, Gudlive berganti nama menjadi GudHype akan kembali menyapa penggemar…

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Kamis, 07 Juli 2022 - 15:41 WIB

Dahsyat! Menjadi Kekuatan Ekonomi Terbesar Kelima Dunia, ASEAN Eratkan Kerja Sama Strategis dengan Italia

Jakarta-Pemerintah optimis terhadap kondisi dan outlook perekonomian di kawasan ASEAN. Hal tersebut berdasar pada PDB dari 10 negara ASEAN di tahun 2021 yang mencapai USD 3,36 triliun dan menjadikan…