INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan dan memperkuat reformasi pasar modal Indonesia, menyusul pengumuman lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. pada 15 Oktober 2026.
Dalam pengumuman tersebut, MSCI menyatakan akan memulai periode konsultasi atas proposal reklasifikasi status Indonesia dari emerging market ke standalone market.
Di saat yang sama, MSCI juga memberikan pengakuan atas inisiatif reformasi pasar modal yang telah berjalan.
Inisiatif tersebut meliputi publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan granularitas klasifikasi investor, pengumuman High Shareholding Concentration (HSC), dan kebijakan baru mengenai kenaikan batas minimum free float.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan, pihaknya menghormati pandangan MSCI dan terus melakukan pembenahan atas berbagai masukan.
"Kami meyakini pasar modal domestik tetap prospektif dan menarik. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian Indonesia yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih positif," kata Friderica dalam keterangannya dikutip Sabtu (18/10/2026).
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menilai masukan MSCI sejalan dengan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
"OJK berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum di sektor pasar modal dalam upaya menegakkan integritas pasar, dengan koordinasi dan sinergi yang efektif bersama seluruh pihak terkait," ujar Hasan.
OJK juga menegaskan menghormati independensi lembaga penyedia indeks global, termasuk MSCI, serta menghargai setiap masukan dari pemangku kepentingan.
Ke depan, OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) akan terus melanjutkan engagement konstruktif dengan lembaga penyedia indeks maupun investor institusi global untuk mengomunikasikan progres reformasi.
Pengumuman dari MSCI ini telah mengguncang pasar. Pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026) pukul 15.50 WIB, IHSG ditutup anjlok 11,57 persen ke level 5.185,11.