INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Haryadi Sukamdani mengatakan, daya beli masyarakat pada Ramadhan 2017 ini dalam kondisi kurang baik.

Dia menilai Ramadan tahun ini, pemerintah tidak memberikan stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat. Akibatnya, kenaikan daya beli masyarakat menurutnya dalam kondisi stagnan.

"Asal politiknya kondusif maka banyak orang yang akan melakukan ekspansi usaha. Oleh karena itu dia mengajak semua pihak untuk mengehembuskan angin positif.” ungkap Haryadi Sukamdani di Jakarta (13/6/2017).

Ia menambahkan, Kehidupan rakyat memang sedang sulit. Bersamaan dengan dicabutnya subsidi listrik, kebijakan neoliberal semacam pencabutan subsidi untuk 18 juta konsumen listrik 900 VA pasti akan semakin menekan daya beli rakyat.

Terkait target pertumbuhan ekonomi, Hariyadi kembali mengungkapkan banyak pelaku usaha yang masih apatis karena kondisi politik dalam negeri.

“Jadi sekarang yang harus ditumbuhkan adalah optimisme. Kalau sudah ada maka semua orang akan bergerak,” ujarnya.

Pihaknya menyatakan para pelaku usaha melakukan ekspansi bergantung kepada kondisi pasar dengan melihat kecenderungan daya beli masyarakat. “Kalau pelaku usaha optimis tetapi kalau pasarnya tidak ada mau bagaimana?,” tutup Haryadi.